Anak Usaha Impack Pratama (IMPC) dan CCEPC Teken MoU Pengembangan Proyek Waste-to-Energy di Bali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), anak usaha PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT CECEPC Indonesia (CCEPC) untuk pengembangan proyek waste-to-energy (WTE) di Bali.
Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi potensi kolaborasi pengembangan proyek WTE di wilayah Bali. SKI berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC memberikan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance).
Baca Juga
Danantara Tetapkan 24 Perusahaan Global Lolos Seleksi Proyek 'Waste to Energy'
CCEPC juga akan menyiapkan studi kelayakan bagi SKI, melakukan kunjungan lokasi, menilai jenis limbah yang tersedia di pabrik SKI, serta memberikan dukungan penuh untuk memenangkan tender yang diikuti perusahaan.
Direktur Utama SKI Sugiarto Romeli menyatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat komitmen terhadap praktik keberlanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi SKI untuk memperkuat komitmen kami di bidang keberlanjutan. Dengan pengalaman teknis CCEPC, kami percaya proyek WTE di Bali dapat menghadirkan solusi pengelolaan limbah yang lebih efektif dan ramah lingkungan,” ujar Sugiarto dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga
Raup Dana Rp 597 Miliar, Harimas Tunggal Lepas Saham Impack Pratama (IMPC) di Bawah Harga Pasar
Dia menambahkan bahwa SKI terus berupaya mengambil peran dalam mendukung inisiatif lingkungan, termasuk pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular.
Perusahaan rekayasa internasional CCEPC dikenal fokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, pembangunan kawasan industri, infrastruktur, hingga konstruksi sipil. Berbasis di Indonesia, CCEPC memiliki lebih dari dua dekade pengalaman dalam riset teknologi, konsultasi, desain, pasokan alat, konstruksi EPC, hingga manajemen operasional proyek.

