Potensi Pasar masih Besar, Target Saham Impack Pratama (IMPC) Ikut Membesar
JAKARTA, investortrust.id – PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) masih memiliki ruang pertumbuhan pesat didukung pangsa pasar produk atap unplasticized polyvinyl chloride (uPVC) di Indonesia masih rendah. Hal ini menggambarkan potensi pasar besar di dalam negeri.
IMPC merupakan produsen atap uPVC terbesar dengan penguasaan pangsa pasar mencapai 70% dan mencapai 90% pasar polycarbonate (PC) di Indonesia. Sedangkan penyumbang terbesar pendapatan perseroan berasal dari kedua produk tersebut mencapai 77% terhadap total pendapatan tahun lalu.
Analis Sucor Sekuritas Jeremy Hansen NH mengatakan, perseroan berpotensi merenggut pasar lebih besar lagi didukung produk IMPC sarat sejumlah keuanggulan, seperti daya tahan, instalasi lebih mudah, dan biaya lebih murah dibandingkan atap tradisional lainnya.
Baca Juga
Modal Kerja hingga Akuisisi, Impack Pratama (IMPC) Raih Kredit Jumbo
Tren pertumbuhan produk uPVC perseroan terlihat dari data rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 27,2% dalam lima tahun terakhir, dibandingkan dengan pertumbuhan atap logam hanya mencapai 5%.
Estimasi Kinerja Keuangan IMPC
Sucor Sekuritas
Selain factor tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan didukung ekspansi pasar yang saat ini masih didominasi pulau Jawa. “Melihat sebaran produk perseroan yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terbuka potensi pasar masih menjanjikan di pulau lain. Guna menarik minat pelanggan baru, perseroan juga mulai menawarkan produk plafon dan atap uPVC dengan harga terjangkau,” terangnya.
Selain itu, menurut dia, pertumbuhan perseroan didukung rampungnya akusisi Mulford Holdings di Selandia Baru belum lama ini. Akuisisi ini diharapkan berimbas terhadap pertumbuhan pendapatan senilai Rp 800 miliar setiap tahun.
Baca Juga
Pertumbuhan penjualan Impack Pratama Industri (IMPC) juga akan didukung pertumbuhan industri properti di Indonesia. “Kami melakukan analisis regresi yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan pertumbuhan penjualan pengembangn properti besar, seperti CTRA, PWON, BSDE, dan SMRA, terhadap penjualan perseroan,” terangnya.
Melihat pertumbuhan pesat penjualan properti empat pengembangan besar tersebut, penjualan IMPC diprediksi ikut melesat.
Perseroan juga didukung peningkatan kapasitas produksi dengan mengoperasikan 11 fasilitas manufaktur dengan total kapasitas 135.365 ton. Dengan demikian terjadi prtumbuhan rata-rata kapasitas produksi perseroan sebanyak 10,3% terhitung sejak 2016. Perseroan kembali meningkatkan kapasitas produksi atas dan plafon masing-masing 20% dan 100% tahun ini. Penambahan kapasitas produksi dilakukan melalui pabrik barunya KITB.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham IMPC dengan target harga Rp 410. Target tersebut juga mempertimbangkan kemampuan kuat perseroan untuk kembalin melakukan akusisi untuk perluasan pangsa pasar.
Grafik Saham IMPC

