Target Laba Impack Pratama (IMPC) Direvisi Naik, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) diproyeksikan cetak lompatan laba bersih lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula tahun 2023 dan 2024. Lompatan tersebut didukung atas penurunan harga bahan baku bersamaan dengan berjalannya efisiensi operasional.
Sedangkan penjualan tahun ini diperkirakan lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula. Hal ini dipicu atas realisasi perseroan hingga September baru mencapai Rp 2,1 triliun atau baru merefleksikan 63% dari target tahun ini.
Baca Juga
Garap Pasar Australia, Impack Pratama (IMPC) Tambah Modal Anak Usaha
Sinarmas Sekuritas dalam riset terbarunya merevisi naik target laba bersih tahun ini dari semula Rp 383 miliar menjadi Rp 436 miliar. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari semula Rp 490 miliar menjadi Rp 491 miliar.
Sebaliknya target pendapatan perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 3,30 triliun menjadi Rp 2,91 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan perseroan tahun 2024 dipangkas dari Rp 3,88 triliun menjadi Rp 3,31 triliun.
“Melihat realisasi penjualan perseroan sampai September 2023 hanya bertumbuh moderat, kami mengantisipasi bahwa target pendapatan senilai Rp 3,3 triliun sulit diwujudkan tahun ini. Hal ini mendorong kami memangkas turun target pendapatan,” terang analis Sinarmas Sekuritas Vita Lestari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Diversifikasi Kekuatan Baru Adaro (ADRO), Begini Prospek Sahamnya
Terkait dengan revisi naik target laba bersih, Vita mengatakan, ditopang atas berlanjutnya penurunan harga bahan baku dan efisiensi operasional yang berdampak langsung terhadap kenaikan laba. Sinarmas Skuritas memperkirakan lompatan margin bersih perseroan menjadi 15% tahun 2023 dan 2024, dibandingkan tahun 2022 senilai 11%.
Sejumlah fatkor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham IMPC dengan target harga Rp 400. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PE sekitar 44 kali.
Proyeksi Kinerja Keuangan IMPC
Sumber: Sinarmas Sekuritas

