Produk Baru dan Efisiensi Jadi Lompatan Saham Impack Pratama (IMPC), Begini Target Harganya
JAKARTA, investortrust.id - PT Impack Pratama Industry Tbk (IMPC) berhasil memangkas biaya operational didukung keberhasilan menciptakan erfisiensi. Pemangkasan biaya tersebut menjadikan total laba bersih sampai Maret 2024 melesat, meski pendapatan stagnan.
Sinarmas Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin, menyebutkan bahwa penurunan biaya operasional ditopang atas penurunan biaya pengapalan produk dan biaya marketing. Perseroan memangkas lebih dari 50% atas dua biaya tersebut dari Rp 27 miliar menjadi Rp 13 miliar.
Baca Juga
Tambah Free Float, Pemegang Saham Ini Lepas Saham Impack Pratama (IMPC) Rp 214,67 Miliar
Pemangkasan tersebut menjadikan margin EBIT eprseroan meleset dari 17,5% menjadi 27,5%. Peningkatan laba bersih perseroan juga ditopang atas penurunan biaya rugi mata uang.
PTMP membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 23% dari Rp 121 miliar menjadi Rp 149 miliar. Lompatan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru stabil level Rp 744 miliar pada periode sama tahun 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan IMPC
Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tersebut sudah merefleksikan 29% dari target sepanjang tahun ini. Adapun raihan pendapatan telah merefleksikan 22% dari targret tahun 2024.
“Segmen penjualan atap masih menjadi pendorong pendapatan perseroan. Segmen ini juga menjadi produk penopang pertumbuhan kinerja keuangan tahun ini. Dengan langkah memperluas jangkauan pemasaran penjualan produk atap UPVC hingga merambah ke produk panel dinding, plafon, dan lantai,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Garap Pasar Australia, Impack Pratama (IMPC) Tambah Modal Anak Usaha
Kehadiran sejumlah produk baru perseroan diharapkan menjadi faktor penopang pertumbuhan kinerja keuangan selanjutnya. Apalagi produk-produk yang ditawarkan diharapkan mendapatkan sambutan positif dari pasar.
Didukung kehadiran produk baru dan perkiraan peningkatan penjualan pada paruh kedua tahun ini mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham IMPC dengan target harga Rp 410. Target tersebut merfelksikan perkiraan PE tahun depan sekitar 36 kali.
Target tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih perseoran menjadi Rp 511 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 431 miliar. Sedangkan penjualan diharapkan melesat dari Rp 2,86 triliun menjadi Rp 3,38 triliun.
Grafik Saham IMPC

