Sinergi Merger Dongkrak Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, Saham EXCL Direkomendasikan Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menjaga momentum pertumbuhan segmen seluler, meski biaya integrasi merger masih menekan kinerja laba tahun buku 2025–2026. Manajemen tetap optimistis terhadap potensi ekspansi pendapatan pascamerger, sejalan dengan sinergi yang terus terealisasi secara bertahap.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target Rp 3.310. Target ini berbasiskan valuasi 5,9x 26F EV/EBITDA. Prospek pertumbuhan pascaintegrasi dinilai kuat, sejalan dengan proyeksi peningkatan EBITDA +13,7% di tahun 2026 dan 12,5% pada 2027.
Baca Juga
Laba XLSmart (EXCL) Melesat 288% di Kuartal III-2025, Pendapatan Tembus Segini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa manajemen EXCL mengarahkan inisiatif kenaikan harga berlanjut pada kuartal IV-2025. Inisiatif ini diharapkan membuat data & digital bertumbuh sebesar 5,6% secara kuartalan, didorong perbaikan data yield +7,4% QoQ. Kendati begitu, EXCL masih mengantisipasi adanya penurunan jumlah pelanggan akibat implementasi rasionalisasi starterpack Smartfren sejak Juli–Agustus 2025.
Pada 2026, pertumbuhan pendapatan seluler diproyeksikan mencapai 10%, seiring kondisi pasar yang semakin rasional serta peningkatan ARPU dari integrasi Smartfren melalui MOCN yang ditargetkan rampung pada semester I-2026.
Biaya percepatan depresiasi dan integrasi membuat forecast earnings tahun 2025-2026 masih negatif. Percepatan depresiasi diproyeksikan mencapai Rp 4 triliun pada 2025, kemudian turun menjadi Rp 3,5 triliun pada 2026. “Dengan kemajuan integrasi MOCN yang telah menjangkau sekitar 15 ribu site atau 30%, Smartfren kini berbagi jaringan di 192 kota. Tahap integrasi berikutnya mencakup penyatuan sistem IT dan integrasi kantor,” tulisnya.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Bagikan Dividen Rp 159 per Saham untuk Tahun Buku 2024, Simak Jadwal Ini
Sejalan dengan proyeksi sinergi US$ 150–200 juta pada 2025, target EBITDA margin FY26–27F dinaikkan menjadi 46% dan 49%. Namun, penyesuaian asumsi pertumbuhan pendapatan pada semester II-2025 membuat proyeksi EBITDA FY25–26F diturunkan 1,8%–2,0%.
Sebelumnya, EXCL menetapkan pembagian dividen spesial senilai Rp 2,9 triliun atau Rp 159 per saham atau setara dengan dividend yield 5,8%, mengingat perusahaan tidak dapat membagikan dividen tahun depan.

