SEC Amerika Serikat Ubah Prioritas Pemeriksaan, Kripto Tidak Jadi Fokus Utama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pada tahun 2026, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengumumkan perubahan signifikan dalam prioritas pemeriksaannya, di mana mata uang kripto tidak lagi menjadi fokus utama. Kebijakan ini menandai pergeseran yang mencolok dari pendekatan yang diambil pada tahun-tahun sebelumnya.
Melansir dari Pintu, Jumat (21/11/2025), dokumen “2026 Examination Priorities” yang dirilis SEC baru-baru ini menunjukkan pergeseran fokus dari risiko yang berkaitan dengan mata uang kripto. Dokumen sepanjang 17 halaman tersebut lebih menekankan pada keamanan informasi, ketahanan operasional, pencurian identitas, perubahan pada Regulasi S-P, dan pencegahan pencucian uang.
Tidak ada lagi bahasan mengenai kripto, aset digital, mata uang virtual, atau blockchain dalam dokumen tersebut, yang sebelumnya sering muncul dalam bagian fintech dan AML.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran kebijakan yang lebih luas di bawah administrasi saat ini, yang berbeda dengan pendekatan yang diambil pada tahun 2024 dan 2025 di bawah Presiden Joe Biden. Pada tahun-tahun tersebut, SEC secara khusus menyertakan bagian mengenai “Crypto Assets and Emerging Financial Technology” sebagai area risiko kritis.
Kebijakan baru ini muncul setelah adanya perubahan arahan dari Gedung Putih yang membatasi pekerjaan federal terkait mata uang digital bank sentral. Selain itu, pembentukan Kelompok Kerja Presiden tentang pasar aset digital juga berpengaruh terhadap kebijakan ini.
Pada bulan Maret, Gedung Putih mengumumkan pembentukan cadangan Bitcoin strategis dan cadangan aset digital AS, yang menandai langkah besar dalam pengelolaan aset digital oleh pemerintah.
Penghapusan kripto dari prioritas pemeriksaan SEC mungkin berdampak pada cara industri keuangan mengatur dan berinteraksi dengan teknologi keuangan baru. Ini juga bisa mempengaruhi persepsi risiko terkait dengan investasi dan operasi di ruang kripto.
Lebih lanjut, pengumuman ini telah menimbulkan berbagai reaksi di kalangan investor dan pelaku pasar. Beberapa melihat ini sebagai langkah mundur dalam pengawasan regulasi, sementara yang lain memandangnya sebagai penyesuaian yang realistis terhadap prioritas dan sumber daya yang ada. Bagaimanapun, keputusan ini akan mempengaruhi strategi perusahaan yang beroperasi di sektor mata uang kripto dan teknologi keuangan.
Pasar mungkin akan mengalami perubahan dalam hal investasi dan pengembangan produk terkait kripto, mengingat SEC tidak lagi memfokuskan pemeriksaan pada area ini. Ini bisa jadi merupakan sinyal bagi perusahaan untuk menyesuaikan operasi dan strategi mereka dalam menghadapi lingkungan regulasi yang berubah.

