Bagikan

Prospek Saham Sektor Kesehatan 2026 Tetap Solid, MIKA dan KLBF Pilihan Teratas

JAKARTA, investortrust.id –   Prospek emiten segmen sektor kesehatan pada 2026 diproyeksi tetap solid, didorong pertumbuhan pasien privat di rumah sakit dan permintaan farmasi yang stabil. Sedangkan emiten yang mengandalkan segmen BPJS Kesehatan masih menghadapi tantangan.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi saham HEAL dengan target harga Rp 1.950, SILO dengan target harga Rp 2.850, MIKA dengan target harga Rp 3.450, dan KLBF dengan target harga Rp 1.710.

Baca Juga

Ekspansi Hermina (HEAL), Target Tambah Tiga Rumah Sakit pada 2026

Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, data hingga September 2025 menunjukkan segmen pasien privat tumbuh 8% yoy, dibandingkan layanan BPJS yang justru turun -4% yoy. “Tren ini diperkirakan berlanjut sepanjang 2026 karena rujukan BPJS semakin ketat dan tarif BPJS dipastikan tidak berubah setidaknya hingga paruh pertama 2026,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Riset juga mencatat rasio klaim BPJS terus meningkat dengan proyeksi 106,2% pada 2025 atau lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini memberi tekanan pada kecukupan dana BPJS, sehingga Kementerian Keuangan menambah alokasi sekitar Rp 20 triliun untuk operasional 2026.

Baca Juga

IHSG Dibuka Naik Tipis ke 8,425, Saham BUKK dan BOGA Cetak ARA  

Meski begitu, terdapat peluang perbaikan apabila pemerintah memberikan kejelasan struktur tarif BPJS dan mendorong penerapan penuh KRIS dalam sistem iDRG yang berpotensi meningkatkan pendapatan per pasien sekitar 8%. Rumah sakit juga masih berpotensi mempertahankan volume BPJS melalui fasilitas unggulan dan sistem rujukan berbasis kompetensi.

“Didukung sejumlah fakta tersebut, BRI kami menilai sektor rumah sakit tetap atraktif dalam jangka panjang dengan potensi CAGR pendapatan 2026–2031 mencapai 13% dan laba bersih sekitar 20%,” tulisnya.

Segmen Farmasi

Begitu juga dengan emiten segmen farmasi diperkirakan tetap stabil didukung permintaan yang inelastis, populasi menua, dan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (NCD). Hal ini tercermin dari pertumbuhan segmen resep KLBF mencapai +11% yoy hingga kuartal III-2025.

Riset juga menilai perusahaan farmasi seperti KLBF dan SIDO masih optimistis terhadap prospek 2026, diperkuat suntikan likuiditas dari Kemenkeu yang mendukung pertumbuhan pendapatan sektor konsumer sebesar 4–7% yoy. Cuaca La Nina ringan hingga 1Q26 diperkirakan turut mendukung permintaan produk imunitas.

Secara keseluruhan, perusahaan farmasi diproyeksikan mencatat CAGR pendapatan dan laba bersih 2026–2031 masing-masing sebesar 8% dan 12%. Risiko utama berasal dari fluktuasi biaya bahan baku impor dan potensi kenaikan opex.

Baca Juga

Tekan Defisit, Dewas BPJS Kesehatan Dorong Penyesuaian dan Retensi Peserta 

Didukung faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor kesehatan, dengan dua saham pilihan teratas MIKA  didukung bauran pasien privat yang kuat, efisiensi biaya, serta valuasi menarik berada di bawah rata-rata 5 tahun. MIKA juga memiliki margin EBITDA tertinggi di Asia Tenggara. Begitu juga dengan KLBF didukung stabilitas segmen consumer health, kekuatan jaringan resep below-the-line, serta valuasi di bawah rata-rata historis.

Sektor kesehatan dinilai tetap menjadi salah satu sektor defensif terbaik pada 2026, ditopang fundamental kuat rumah sakit dan permintaan farmasi yang konsisten.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024