Bisnis Rental Tumbuh 116%, Laba BDKR QII/2023 Melesat 140%
JAKARTA, investortrust.id — PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) berhasil membukukan pendapatan sebesar sebesar Rp 278,67 milar pada kuartal II/2023, meningkat 25% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikontribusi oleh lonjakan pendapatan bisnis rental yang mencapai 116%.
Selain bisnis rental, pendapatan perseroan juga datang dari kontrak maintenance proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang baru diselesaikan bulan Junilalu. Alhasil, pundi-pundi perseroan pun bertambah Rp 55,9 miliar.
Sementara itu, laba bersih BDKR per Juni 2023 tumbuh hingga 140% menjadi Rp 34,39 miliar, atau bertambahsenilai Rp 20 miliar dari kuartal II/2022. EBITDA perseroan juga dilaporkan mengalami peningkatan 41% dari menjadi Rp 128,3 miliar dibanding posisi Juni 2022.
Jika dibandingkan dengan kuartal pertama 2023, jumlah pendapatan perseroan meningkat sebesar Rp 133 miliar atau sebesar 92%. Sedangkan laba bersih bertambah Rp 16 miliar atau 90%. Sementara EBITDA mengalami peningkatan sebesar 102% menjadi Rp 64,74 miliar.
“Meskipun dihadapi dengan iklim makro ekonomi dunia yang tidak menentu, pencapaian ini melebihi target. Didukung oleh multi kompetensi dan kemampuan untuk bermanuver di berbagai sektor industri, BDKR terus bertransformasi untuk menjadi ‘truly agile organisation’ di bidang konstruksi dan penyewaaan alat berat,” ujar Direktur Operasi BDKR, Tan Franciscus.
Mendongkrak Kinerja
Memasuki semester kedua 2023, berupaya untuk terus mendorong performa perusahaan lewat sejumlah strategi pengembangan bisnis. Salahsatunyadengan memperkuat bisnis rental yang sudah terbukti kontribusinya.
Manajemen BDKR membidik penyewaan crane dan alat berat ke beberapa proyek smelter dalam negeri. Beberapa proyek smelter yang bisa disebut seperti milik PT Antam Tbk di Mempawah, smelter Bahodopi milik PT Vale Indonesia Tbk, dan Amman Mineral Project, milikPT Amman Mineral Internasional Tbk yang berlokasi di Benete.
Perseroan juga telah berhasil mengamankan kontrak konstruksi dermaga dan jembatan senilai Rp 199 miliar sampai paruh tahun 2023. Proyek-proyek baru ini meliputi konstruksi Terminal Kalibaru tahap 1B di Pelabuhan TanjungPriok, Jakarta. Ada pula konstruksi fender dan bangunan pelengkap jembatan di Pulau Balang Bentang Panjang. Proyek ini menjadi akses ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).
BDKR juga mendapat mandat menyelesaikan proyek duplikasi jembatan pulau Balang Bentang Pendek (IKN), serta proyek dermaga terminal Kawasan Industri Morowali dari PT Hillcon JayaSakti. Terakhir proyek Eastjava Multipurpose Terminal 1A & 1BLamongan, Jawa Timur.

