Masuk Sesi II, IHSG Lanjutkan Penguatan 80 Poin Didukung Mayoritas Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/11/2025), lanjutkan penguatan lebih dari 80 poin (0,94%) menjadi 8.450 pada awal sesi II hari ini. Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan bursa saham Asia yang cenderung melemah.
Kenaikan didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer, energi, infrastruktur, properti, dan keuangan. Sebaliknya penurunan melanda saham kesehatan dan teknologi. Adapun saham dengan kenaikan paling pesat, yaitu APEX, MINA, PBSA, BABY, BEER, dan KETR.
Baca Juga
Kenaikan ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi, material dsaar, industri konsumer non primer, konsumer primer, properti, keuangan, hingga infrastruktur.
Di tengah penguatan tersebut, saham CRSN dibuka langsung melesat 33,33% menjadi Rp 180, SRAJ melesat 15,57% menjadi Rp 18,375, RISE naik 13,07% menjadi Rp 9,950, PBSA menguat 12,89% menjadi Rp 1.445, dan TRUK naik 11,34% menjadi Rp 550.
Adapun, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Pelemahan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Baca Juga
Merdeka Gold Resources (EMAS) Mulai Ore Feeding di Tambang Emas Pani
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.
