IHSG Dibuka Lanjutkan Pelemahan, Mayoritas Sektor Saham Turun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/4/2026), dibuka melemah 20 poin menjadi 7.357 dipicu penurunan mayoritas sektor saham. Pergerakan stagnan sejalan dengan pasar saham Asia yang cenderung terkoreksi.
Beberapa saham yang catatka kenaikan, yaitu saham sektor energi, consumer non primer, infrastruktur, teknologi, kesehatan. Sisanya catatkan penurunan.
Baca Juga
Meski IHSG melemah, sejumlah saham justru torehkan kenaikan, seperti BRNA naik 24,41% menjadi Rp 790,, PGLI naik 18% menjadi Rp 312, dan PRAY menguat 15,65% menjadi Rp 850.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok parah sebanyak 163 poin (2,16%) menjadi 7.378 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 978,65 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBRI dan BMRI.
Baca Juga
Saiko Consultancy Akan Akuisisi 41,18% Saham Hassana Boga (NAYZ)
Kejatuhan indeks ini dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti industry, energi, consumer primer, dan consumer non primer. Penurunan dalam juga melanda saham keuangan, teknologi, dan infrastruktur.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KOBX naik 34,43% menjadi Rp 246 dan MAXI naik 33,96% menjadi Rp 71. ARA juga melanda SKBM naik 25% menjadi Rp 800, WBSA naik 24,88% menjadi Rp 1.330, dan PGLI menguat 24,53% menjadi Rp 264. Meski tak ARA, saham BAIK menguat 20,91% menjadi Rp 665 dan ALII naik 14,44% menjadi Rp 1.030.

