IHSG Dibuka Lanjutkan Pelemahan, Penurunan Dipicu Sektor Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7/2025), dibuka melemah 11 poin (0,13%) menjadi 7.541, seiring dengan penurunan sejumlah sektor saham.
Pelemahan dipicu atas penurunan saham sektor energi, material dasar, industry, kesehatan, property, dan transportasi. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi, keuangan, dan infrastruktur.
Baca Juga
Meski IHSG dibuka lanjutkan penurunan, sejumlah saham sukses torehkan penguatan, seperti saham PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) naik 23,53% menjadi Rp 63, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) naik 24,56% menjadi Rp 426, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 22,79% menjadi Rp 835. Sebaliknya penurunan melanda saham VAST, SUNI, dan DKHH.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 68,02 poin (0,89%) menjadi 7.549,89 diikuti dengan net sell saham oleh pemodal asing mencapai Rp 1,02 triliun. Net sell terbanyak melanda saham big bank berikut, BBCA Rp 413,17 miliar, BMRI Rp 318,02 miliar, dan BBRI Rp 114,87 miliar.
Baca Juga
Siapkan Dana Rp 2 Triliun, Unilever (UNVR) akan Buy Back Saham
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan saham sektor infrastruktur sebanyka 3,21%, sektor keuangan turun 2,13%, sektor material dasar turun 0,84%, sektor energi turun 0,76%, dan sektor property 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry, konsumer non primer, kesehatan, dan konsumer primer. Penurunan juga akibat kejatuhan saham CDIA dan SMMA.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini catat lompatan hingga auto reject atas (ARA), seperti SSTM naik 34,97% menjadi Rp 220, IKAN naik 34,92% menjadi Rp 85, ISEA naik 34,85% menjadi Rp 89, dan SWID melesat 34,57% menjadi Rp 109. ARA juga melanda saham JAST sebanyak 34,38% menjadi Rp 86, PGUN naik 25% menjadi Rp 1.425, COCO melesat 24,82% menjadi Rp 342, dan JARR naik 24,77% menjadi Rp 680.

