KSEI Catat Nilai Distribusi Aksi Korporasi Tembus Rp 380 Triliun di 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Kustodian Sentral Efek (KSEI) mencatat, nilai distribusi aksi korporasi mencapai Rp 380 triliun sepanjang 2023, meningkat sekitar 38,69% dari Rp 274 triliun pada 2022.
Aksi korporasi dimaksud, meliputi pembayaran bunga obligasi, bagi hasil, pelunasan pokok, dividen, dan lainnya.
Kendati begitu, frekuensi aksi korporasi mengalami penurunan sebesar 15,65% menjadi sebanyak 6.102 kali pada tahun 2023 dari sebanyak 7.234 kali pada tahun 2022.
Sementara itu nilai aset saham tercatat di C-BEST mencapai Rp 7.726 triliun, tumbuh 15,02% dari Rp 6.717 triliun pada 2022. Sedangkan jumlah efek di C-BEST terdapat 2.868 atau naik 16,49% dari 2.462 tahun lalu.
Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengatakan, khusus asset under management (AUM) yang dikelola Manajer Investasi per 22 Desember 2023 tercatat ada Rp 766 triliun, turun 3,89% dari Rp 797 triliun pada 2022. Dalam perbandingan periode yang serupa, jumlah produk investasi yang tercatat di S-INVEST ada 2.253, berkurang 6,67% dari 2.414 tahun lalu.
Baca Juga
Jumlah Investor Tumbuh 17,95%, KSEI Gulirkan Tiga Program Strategis Pasar Modal
“Ada beberapa alasan yang cukup rasional untuk menggambarkan mengapa terjadi penurunan. Di antaranya adalah tingginya tingkat suku bunga yang ada di Indonesia sejak tahun 2022,” ujar Samsul Hidayat dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan BEI 2023, Jumat (29/12/2023).
Hal itu membentuk kompetisi antara produk-produk reksa dana dengan suku bunga perbankan, maupun margin obligasi retail pemerintah. Bahkan tersedianya pilihan-pilihan investasi di samping reksa dana juga bisa menyimpan di obligasi retail.
Kemudian jumlah pemodal securities crowdfunding (SCF) menunjukkan kenaikan 117% dari 27,170 pada 2022 menjadi 58.970 tahun ini. Nilai aset yang tersimpan di KSEI pun mencapai Rp 731 miliar atau naik 75% dari RP 4241 miliar pada 2022.
Tahun depan, KSEI memiliki beberapa program strategis terkait pengembangan infrastruktur. Dari beberapa program strategis yang telah dirumuskan, tiga di antaranya siap diimplementasikan mulai kuartal I-2024.
Rencana strategis KSEI pertama yang akan diimplementasikan tahun depan adalah platform administrasi prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC).
KSEI telah mengembangkan platform untuk layanan administrasi prinsip mengenali nasabah (LAPMN) yang diberi nama CORES.KSEI (centralized investor data management system).
Baca Juga
Pengembangan platform LAPMN mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 15 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Layanan Administrasi Prinsip Mengenali Nasabah (LAPMN) yang diterbitkan 8 Agustus 2023.
Dengan CORES.KSEI, pemakai jasa dan investor pasar modal dapat menggunakan platform terpusat untuk digitalisasi data dan dokumen KYC nasabah. Dengan begitu, dapat dilakukan pembagian data KYC pada proses pembukaan rekening berikutnya agar lebih efisien dan tidak diperlukan proses berulang.
“KSEI berharap platform CORES.KSEI dapat mendukung akselerasi pendalaman pasar melalui kemudahan proses consumer due diligence di sisi penyedia jasa keuangan dan nasabah. Sehingga jumlah investor di pasar modal dapat tumbuh lebih cepat melalui platform yang berbasis elektronik dan fintech,” papar Samsul.
Dia juga mengeklaim, pihaknya telah siap merealisasikan pengembangan alternatif penyimpanan dana nasabah pada sub rekening efek (SRE) dan investor fund unit account (IFUA).
SRE maupun IFUA merupakan rekening yang digunakan untuk proses transaksi di pasar modal, yaitu SRE untuk instrumen efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang, serta IFUA untuk instrumen reksa dana.
Pemanfaatan SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah pasar modal ini bertujuan memudahkan investor, khususnya individu. Mulai dari pembukaan rekening investasi, saat melakukan transaksi, hingga penyelesaian transaksi.
SRE dan IFUA sebagai alternatif penyimpanan dana nasabah dapat menjadi pilihan bagi investor untuk menyimpan dana yang digunakan untuk transaksi di pasar modal, selain rekening dana nasabah (RDN) yang saat ini diterapkan.
