KSEI Catat Total Aset Saham di Sistem C-BEST Tembus Rp 7.120 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat nilai aset yang tercatat di sistem utama central depository and book-entry settlement system (C-BEST) meningkat 6% dari tahun 2023 menjadi Rp7.120 triliun per September 2023.
Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat mengatakan, peningkatan aset investor saham tersebut sejalan dengan nilai kapitalisasi pasar serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
‘’Kami juga mencatat frekuensi pemindahbukuan efek sebanyak 3,9 juta kali atau meningkat 48,85% dari tahun sebelumnya, serta nilai pemindahbukuan efek sebesar Rp4.201 triliun,’’ papar Samsul dalam paparannya pada Rapat Umum Pemegang Saham KSEI yang digelar, Jumat (27/10/2023).
Adapun frekuensi distribusi tindakan korporasi adalah sebanyak 5.940 kali di tahun 2023, meningkat sebesar 8,61% secara year-on-year.
Untuk reksa dana, asset under management (AUM) mengalami mengalami sedikit penurunan sebesar 0,07% menjadi Rp797 triliun.
Baca Juga
Investor Pasar Modal Tembus 11,72 Juta Kuartal III-2023, Lulusan SMA 64,51%
Tercatat jumlah frekuensi subscription dan redemption Reksa Dana sebanyak 19,5 juta kali, mengalami penurunan dari September 2022 sebesar 13,07%, meskipun dari sisi nilai subscription dan redemption reksa dana naik 3% dari September 2022 sebesar Rp664 triliun.
Dalam rapat tersebut, Samsul menyampaikan update terbaru terkait pemanfaatan platform untuk RUPS online bernama eASY.KSEI. Platform yang sudah diimplementasikan KSEI sejak 20 April 2020 tersebut, telah dimanfaatkan oleh 896 Emiten dari total sekitar 1.265 e-RUPS yang telah dilaksanakan di eASY.KSEI sepanjang tahun 2023.
Samsul menambahkan, sejalan dengan upaya KSEI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization dalam peningkatan jumlah investor, KSEI memiliki beberapa rencana inisatif yang terdiri dari 35 program kerja, dengan 14 diantaranya merupakan program strategis.
Baca Juga
Sementara, Iiovasi KSEI yang dilakukan secara berkesinambungan merupakan wujud komitmen untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia, termasuk target jumlah investor pasar modal yang mencapai 20 juta investor, sesuai dengan road map pasar modal Indonesia tahun 2023—2027 yang diluncurkan OJK. Bentuk nyata dari komitmen dimaksud antara lain KSEI mendapatkan persetujuan operasional sebagai peserta BI-FAST pada tanggal 31 Januari 2022.
Bergabungnya KSEI sebagai peserta BI-FAST adalah untuk mendukung peningkatan efisiensi transaksi di pasar modal Indonesia, khususnya investor ritel. KSEI merupakan satu-satunya anggota BI-FAST non-bank di antara 77 anggota BI-FAST. Bergabungnya KSEI sebagai peserta BI-FAST menjadi pendukung beberapa pengembangan infrastruktur yang tengah dilakukan KSEI.
Untuk mendukung pengembangan infrastruktur dari sisi anggaran, KSEI memproyeksikan penambahan aset tahun 2024 sebesar 11,11% dari tahun sebelumnya. Investasi keuangan dilakukan untuk memaksimalkan aset keuangan yang dimiliki oleh perusahaan secara optimal dengan tetap memperhatikan risiko investasi.
"Pada 2024, terdapat peningkatan rencana investasi aktiva tetap dari 42% pada tahun 2023 menjadi 52% pada tahun 2024 untuk pengembangan infrastruktur sistem penunjang yang terdiri dari hardware dan software," tutur Samsul.
