Permintaan Ekspor Tinggi, Laba Integra Indocabinet (WOOD) Naik 7,2% hingga Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 112,73 miliar hingga kuartal III-2025. Capaian ini meningkat 7,2% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu bersamaan dengan kenaikan margin bersih menjadi 5,22%.
Pertumbuhan laba WOOD ditopang oleh kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 0,8% (yoy) menjadi Rp 2,16 triliun sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Investor Relations Integra Indocabinet Ravenal Arvense menjelaskan bahwa kinerja positif perusahaan didorong oleh permintaan ekspor yang konsisten untuk produk building components serta peningkatan penjualan dari segmen set-up furniture berkat peluncuran brand e-commerce baru.
Baca Juga
Tarif Resiprokal AS Dongkrak Ekspor Indonesia, BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Pesat
“Meskipun kondisi perdagangan global masih menantang, kami tetap menunjukkan ketahanan operasional dan mencatat pertumbuhan laba bersih. Hal ini mencerminkan pendapatan non-operasional yang lebih tinggi dan disiplin biaya yang terjaga,” ujar Ravenal dalam keterangan resmi, Rabu (12/11/2025).
Manajemen menyebut, margin kotor perusahaan pada Januari–September 2025 sedikit turun menjadi 23,9%, dipengaruhi pergeseran komposisi produk ke segmen building component yang memiliki margin lebih rendah. Namun, segmen ini memberikan siklus produksi lebih pendek dan perputaran kas lebih cepat, sehingga meningkatkan efisiensi produksi. Adapun laba operasional tercatat sebesar Rp 268,2 miliar dengan margin operasi 12,4%, menunjukkan stabilitas operasional yang terjaga.
Ravenal menambahkan, segmen building components masih menjadi penopang utama kinerja WOOD hingga September 2025, berkat permintaan berkelanjutan dari pasar konstruksi dan renovasi perumahan di Amerika Serikat. Produk dalam segmen ini juga tetap dikecualikan dari tarif impor AS berdasarkan Annex II, sehingga terlindungi dari kebijakan dagang terbaru terhadap kayu mentah, kitchen cabinet, dan upholstered furniture yang tidak memengaruhi bisnis WOOD.
Baca Juga
Barito Pacific (BRPT) Serap Capex US$ 480 Juta hingga Kuartal III-2025, Fokus ke Proyek Ini
Sementara itu, segmen ekspor set-up furniture mencatat pertumbuhan 7,2% (yoy). Ravenal menyebut, capaian ini mencerminkan keberhasilan awal strategi multi-brand e-commerce WOOD untuk menjangkau berbagai segmen pasar. “Salah satu merek yang berfokus pada segmen menengah ke atas telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan penjualan set-up furniture sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini,” jelasnya.
WOOD kini memperluas jangkauan brand direct-to-consumer di berbagai platform e-commerce, untuk menangkap permintaan daring yang meningkat serta memperkuat visibilitas di kalangan konsumen muda yang lebih digital. Perseroan memperkirakan penjualan online akan terus tumbuh seiring peningkatan brand awareness dan perluasan jangkauan pasar, yang pada akhirnya akan mendorong kinerja ekspor WOOD secara keseluruhan.

