Permintaan Ekspor Turun, Integra (WOOD) Pangkas Target Penjualan
JAKARTA, Investortrust.id – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memangkas turun target penjualan sebanyak 40-50% tahun 2023. Revisi tersebut tersebut mencerminkan pelemahan permintaan ekspor, khususnya dari pasar Amerika Seirkat (AS) sebagai tujuan utama pasar ekspor.
Baca Juga
Asik! Aturan Baru Perdagangan Digital Lindungi UMKM, Konsumen, dan E-commerce
Direktur Integra Wang Sutrisno melalui penjelasan resminya di Jakarta, belum lama ini, menyebutkan bahwa penjualan segmen furniture dan building component berkorelasi tinggi dengan pasar properti. “Dikarenakan penjualan perseroan didominasi ekspor, terutama pasar AS, dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga kredit perumahan AS lebih dari 7%, permintaan produk building component dan furniture melambat tahun 2023,” tulisnya.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, dia mengatakan, Integra Indocabinet (WOOD) menurunkan target penjualan tahun 2O23 sebesar 45-50%. Meski diprediksi turun, perseroan optimistis akan mengejar pertumbuhan laba bersih dengan beragai efisiensi biaya produksi.
Baca Juga
Perseroan sebelumnya mengungkap peningkatan target laba bersih sebesar 10% tahun 2023, dibandingkan periode tahun sebelumnya. Perseroan juga berharap pendapatan setidaknya bisa bertumbuh sekitar 10%dari realisasi tahun 2022.
Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 4,52 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 177,56 miliar. Penjualan ekspor berkontribusi senilai 4,28 triliun dan sisanya penjualan domestik senilai Rp 239,35 miliar.
Tren penurunan kinerja keuangan perseroan sudah terlihat dari realisasi kinerja keuangan semester I-2023. Di antaranya, penjualan bersih anjlok dari Rp 3,13 triliun menjadi Rp 1,27 triliun pada semester I-2023. Begitu juga dengan laba tahun berjalan ajlok dari Rp 300,09 miliar menjadi Rp 38,39 miliar.

