Dharma Satya (DSNG) dan Sumitomo Forestry Lakukan Commissioning Pabrik Wood Pellet Pertama di Boyolali
JAKARTA, investortrust.id - PT Biomassa Lestari Nusantara (BLN), perusahaan patungan PT Dharma Energi Investama, anak usaha PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Sumitomo Forestry Indonesia, melakukan commissioning atau uji coba operasional pabrik wood pellet pertama di Boyolali, Jawa Tengah.
Pabrik wood pellet tersebut direncanakan akan segera beroperasi secara komersial dalam waktu dekat.
Direktur Utama Dharma Satya (DSNG) Andriano Oetomo memaparkan, langkah ini menjadi salah satu komitmen DSNG untuk menjalankan konsep circular economy dengan meminimalisir limbah kayu yang diubah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Baca Juga
Seluruh Segmen Usaha Bertumbuh, Dharma Satya (DSNG) Cetak Kenaikan Laba 41%
“Selain itu, langkah penting ini juga menjadi upaya bersama untuk berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan di Indonesia," kata Andriano dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (20/9/2024).
Dalam kesempatan yang sama, President Director Sumitomo Forestry Co. Ltd Toshiro Mitsuyoshi, menjelaskan bahwa Sumitomo Forestry bertujuan melakukan dekarbonisasi dengan mengoptimalkan potensi kayu melalui WOOD CYCLE, sebuah sirkulasi rantai nilai kayu di sektor kehutanan, manufaktur kayu, dan konstruksi bangunan.
“Proyek ini mendukung pemanfaatan kayu secara berkelanjutan dan bertahap, sekaligus menyediakan solusi energi yang ramah lingkungan. Pabrik wood pellet ini dirancang untuk memanfaatkan limbah kayu dengan kapasitas pengolahan hingga 10 ton per jam, yang berpotensi untuk memasok bahan baku energi terbarukan setara dengan 14MWe,” terangnya.
Adapun, sumber limbah kayu berasal dari masyarakat lokal dan industri, termasuk limbah vinir dari pabrik plywood di Jawa Tengah dan sekitarnya. Rencananya, wood pellet yang dihasilkan oleh PT BLN akan diekspor ke pasar Jepang.
Baca Juga
Jumlah Investor Tembus 12,88 Juta, Industri Reksa Dana dalam Tren Positif
Dalam tahap commissioning ini, berbagai uji coba telah dilakukan untuk memastikan bahwa pabrik beroperasi sesuai dengan standar keselamatan dan efisiensi yang tinggi. Pihak manajemen optimistis bahwa setelah commissioning, pabrik ini dapat segera beroperasi secara komersial dan memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan energi bersih bagi Indonesia dan dunia.
Asal tahu, pabrik wood pellet yang berlokasi di Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 60 ribu ton per tahun dan memiliki luas sekitar 4 hektar.
Menjadi pabrik wood pellet pertama yang beroperasi di Boyolali dan sekitarnya, pabrik ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung kebutuhan energi yang berkelanjutan, serta mampu menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat setempat karena 100% bahan baku berasal dari masyarakat lokal Boyolali dan sekitarnya. (CR-4)
Grafik Harga Saham DSNG:

