Bank of England Siapkan Aturan untuk 'Stablecoin' Berdenominasi Poundsterling
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank of England (BoE) mulai bergerak menuju pengaturan resmi untuk aset kripto berjenis stablecoin dengan menerbitkan consultation paper yang berisi rancangan kerangka regulasi bagi stablecoin berdenominasi poundsterling yang dinilai punya potensi sistemik.
Melansir CoinTelegraph, Selasa (11/11/2025), BoE mengusulkan agar penerbitan systemic stablecoin (stablecoin yang digunakan luas untuk transaksi pembayaran) wajib menempatkan sedikitnya 40% dari total kewajibannya dalam bentuk simpanan tanpa bunga di BoE.
Sementara 60% sisanya dapat berupa surat utang pemerintah Inggris jangka pendek.
Baca Juga
BoE membuka masa konsultasi publik hingga 10 Februari 2026, dengan rencana finalisasi aturan pada paruh kedua tahun depan.
Rancangan regulasi juga mencakup pembatasan jumlah stablecoin yang dapat dimiliki setiap pihak. BoE mengusulkan batas kepemilikan maksimum sebesar 20.000 pound (sekitar Rp 430 juta) per individu dan 10 juta pound bagi pelaku usaha.
Dalam hal aset pendukung (backing assets), BoE memberi ruang bagi penerbit yang dianggap sistemik untuk menempatkan hingga 95% asetnya dalam bentuk surat utang pemerintah Inggris selama tahap awal pengembangan.
Persentase ini akan diturunkan menjadi 60% setelah stablecoin mencapai skala yang lebih besar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis penerbit.
Baca Juga
Regulasi ini ditujukan khusus untuk stablecoin yang dipatok terhadap poundsterling dan berpotensi digunakan luas di sektor ritel, korporasi, maupun transaksi lintas negara. Penetapan status ‘sistemik: akan dilakukan oleh His Majesty’s Treasury (HMT), yang kemudian menempatkan penerbit dan penyedia layanan terkait di bawah pengawasan langsung BoE.
Kerangka ini tidak berlaku untuk stablecoin non poundsterling seperti USDT milik Tether atau USDC milik Circle. Namun, BoE bakal berkoordinasi dengan otoritas negara asal penerbit untuk memantau potensi risiko jika stablecoin tersebut mulai banyak digunakan di Inggris.

