Volatilitas Harga SBN Berdenominasi Rupiah Berpotensi Meningkat
JAKARTA, investortrust.id – PT BNI Sekuritas menilai, adanya potensi peningkatan volatilitas pada harga dan yield surat berharga negara (SBN) berdenominasi rupiah.
Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe memaparkan, sejumlah kondisi pasar yang menjadi dasar pertimbangan perkiraan pasar dan rekomendasi obligasi hari ini, Jumat (31/1/2025).
Baca Juga
Dia menyebut, indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung positif. Hal ini tergambar dari penurunan yield US Treasury (UST). Yield curve UST 5 tahun turun 4 basis poin (bp) menjadi 4,31%, dan yield curve UST 10 tahun turun 3 bp menjadi 4,52%. Sementara itu, credit default swap (CDS) 5 tahun Indonesia bertahan di level 76 bp. “Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan obligasi yang akan menarik investor, antara lain FR0086, FR0042, FR0094, FR0087,” sebut Amir pada Jumat (31/1/2025).
Sementara itu, harga surat utang negara (SUN) ditutup bervariasi pada sesi perdagangan Kamis (30/1/2025) kemarin. Berdasarkan data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), yield SUN acuan 5 tahun (FR0104) naik sebesar 6 bp menjadi 6,82%. Sedangkan yield SUN benchmark 10 tahun (FR0103) naik sebesar 3 bp menjadi 6,97%.
Data Bloomberg menunjukkan, yield curve SUN 10 tahun (GIDN10YR) turun sebesar 8 bp menjadi 6,97%. “Level yield curve SUN 10 tahun saat ini masih in line dengan estimated range kami minggu ini, yaitu di kisaran 6,88-7,09%,” jelas Amir.
Di sisi lain, volume transaksi SBN secara outright traded sebesar Rp 15,4 triliun pada Kamis, lebih rendah dari volume transaksi Jumat pekan yang tercatat sebesar Rp 37,6 triliun.
FR0103 dan FR0104 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing-masing Rp 2,5 triliun dan Rp 2,3 triliun. Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp 1,7 triliun.
Baca Juga
Asing Masih Net Sell Saham Rp 0,35 Triliun Rabu, di SBN Rp 0,08 Triliun
Data Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu menunjukkan, total incoming bid pada lelang surat berharga syariah negara (SBSN) Kamis mencapai Rp 20,5 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan lelang SBSN sebelumnya pada 14 Januari yang mencapai Rp 14,1 triliun. Dari ketujuh seri yang ditawarkan, pemerintah menetapkan total amount awarded sesuai target indikatif Rp 10 triliun.
Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 0,22%, bergerak dari level Rp 16.172 per dolar AS pada Jumat menjadi Rp 16.256 per dolar AS kemarin.

