Tunggu Restu Pemegang Saham, Sekar Laut (SKLT) Stock Split 1:10
JAKARTA, Investortrust.id – PT Sekar Laut Tbk (SKLT) berencana menggelar pemecana nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:10. Aksi ini rencananya dilaksanakan pada 21 November 2023.
Manajemen Sekar Laut dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/10/2023), menyebutkan bahwa stock split saham tersebut akan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 9 November 2023.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Stagnan, Paling Murah Rp 574.500 per Gram
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI akhir pekan ini, saham SKLT ditutup turun Rp 10 menjadi Rp 2.350.
Sebelumnya, Komisaris Sekar Laut (SKLT) Oei Harry Fong Jaya aktif menambah saham yang berdampak terhadap peningkatan kepemilikannya. Kali ini, sebanyak 76.825 saham dibeli.
Dirinya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (10/9/20223), menyebutkan bahwa pembelian tersebut menjadikan kepemilikan sahamnya bertambah dari 2,29 juta saham (0,33%) menjadi 2,37 juta saham (0,34%).
Oei Harry membeli sebanyak 76.825 saham dengan harga pelaksanaan Rp 2.600 per saham pada 8 September 2023. Sedangkan berdasarkan data penutupan saham akhir pekan ini, saham SKLT ditutup di level Rp 2.570.
Baca Juga
Saham BBNI Terus Menguat Jelang Stock Split, Cek Jadwal Berikut
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Oei Harry tercatat sebagai salah satu pengendali SKLT. Bertindak sebagai pemegang terbesar Green Resources sebanyak 42,34% dan Alamiah Sari mencapai 26,16%.
Hingga semester I-2023, perseroan membukukan peningkatan pendapatan dari Rp 729,02 miliar menjadi Rp 908,86 miliar. Laba usaha juga melesat dari Rp 31,10 miliar menjadi Rp 48,12 miliar.
Laba periode berjalan juga meningkat menjadi Rp 35,02 miliar pada semester I-2023, dibandingkan semester I-2022 senilai Rp 30,10 miliar. Kenaikan tersebut membuat laba bersih per saham dasa meningkat dari Rp 43,58 menjadi Rp 50,70 per saham.

