Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 18 Desember
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (18/12/2023).
Proyeksi penguatan IHSG mengacu pada posisi penutupan pasar saham pada akhir pekan lalu, di mana IHSG tercatat menguat 0,2% ke level 7.190 dan masih didominasi oleh volume pembelian.
Analis Teknikal PT MNC Sekuritas, T Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG akhir pekan lalu berhasil menembus area resistance di level 7.201, dengan demikian pergerakan IHSG saat ini sedang berada di wave (v) dari wave [i].
Baca Juga
Kontrak Anak Usaha Diputus Berau Coal, Ini Dampaknya pada Kinerja SMRU
“Hal tersebut menunjukan, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya ke rentang area 7.237 hingga 7.262,” ulas Herditya dalam riset harian yang dikutip, Senin (18/12/2023).
Adapun target support IHSG berada pada titik 7.041 dan 7.011, sedangkan target resistance pada titik 7.219 dan 7.252.
Berikut saham-saham pilihan trading dari MNC Sekuritas hari ini:
Baca Juga
Bank BTN Siapkan Uang Tunai Rp 19,68 Triliun di Musim Libur Nataru
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness
BBRI terkoreksi ke 5,550 disertai dengan tingginya volume penjualan. Kami perkirakan, saat ini posisi BBRI sedang berada di awal wave (ii) dari wave [iii], sehingga pergerakan BBRI akan rawan terkoreksi dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on Weakness: 5,400-5,525
Target Price: 5,650, 5,750
Stoploss: below 5,275.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness
ERAA terkoreksi 0,6% ke 354 disertai dengan munculnya volume penjualan dan belum mampu untuk menembus MA20. Selama ERAA masih mampu berada di atas 332 sebagai stoplossnya, maka posisi ERAA saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 3 dari wave (1).
Buy on Weakness: 342-350
Target Price: 370, 394
Stoploss: below 332.
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) - Spec Buy
GJTL terkoreksi ke 990 dan disertai dengan munculnya volume penjualan. Kami perkirakan, posisi GJTL saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (2) dari wave [C], sehingga GJTL masih berpeluang untuk berbalik menguat.
Spec Buy: 965-990
Target Price: 1,060, 1,095
Stoploss: below 920.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness
TLKM menguat 1% ke 3,980 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, namun penguatan TLKM masih tertahan oleh resistancenya. Worst case skenario, apabila TLKM belum mampu menembus resistance-nya maka pergerakan TLKM akan rawan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] pada label hitam.
Buy on Weakness: 3,730-3,860
Target Price: 4,090, 4,190
Stoploss: below 3,700.
