Target Harga Saham Nusantara Sawit (NSSS) Direvisi Naik, Intip Pertimbangan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas merevisi naik target laba bersih PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) tahun ini, seiring dengan pencapaian kuat sampai kuartal III-2025 hingga melampaui estimasi. Lompatan tersebut ditopang penguatan harga jual minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia.
Samuel Sekuritas merevisi naik target laba bersih NSSS tahun ini menjadi Rp 715 miliar, dibandingkan perkiraan semula Rp 657 miliar. Sedangkan proyeksi laba bersih perseroan tahun 2026 direvisi naik dari semula Rp 987 miliar menjadi Rp 1,01 triliun. Hingga kuartal III-2025, pendapatan mencapai Rp 1,49 triliun atau setara 77,3% dari target dan laba bersih Rp 554,1 miliar atau setara 84,3% dari target.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis 0,11%, Saham Pendatang Baru PJHB Lanjut ARA
Analis Samuel Sekuritas Ahnaf Yassar dan Juan Harahap mengatakan, realisasi NSSS sampai September 2025 sudah melampaui ekspektasi, seiring harga CPO yang mencapai level tertinggi baru dan peningkatan volume penjualan. Program biodiesel Indonesia juga ikut berperan penting dalam menjaga harga CPO tetap tinggi, sehingga rata-rata harga sepanjang tahun 2025 meningkat +2,6% YoY menjadi MYR 4.308 per ton, usai kenaikan +10,1% YoY di 2024.
Kenaikan harga CPO tak hanya datang dari kenaikan permintaan biodiesel. Industri sawit masih menghadapi ketatnya pasokan akibat penurunan hasil panen tandan buah segar (FFB) di Indonesia dan Malaysia. Penurunan ini terutama disebabkan oleh usia tanaman yang menua dan lambatnya program replanting. Di Malaysia, tantangan semakin besar dengan penyusutan area perkebunan, karena sebagian dialihfungsikan untuk pengembangan properti.
Baca Juga
Pemerintah Diharapkan Terapkan Model Ekosistem Sawit Demi Majukan Pertanian Nasional
Selain itu, tidak ada izin HGU baru yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga ekspansi perusahaan lebih banyak dilakukan lewat akuisisi dengan biaya akuisisi yang meningkat dari US$ 5–8 ribu/ha menjadi US$ 13–15 ribu/ha.
Didukung peluang berlanjutnya harga CPO yang tinggi, Samuel Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli saham NSSS dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 650 per saham. Target ini mencerminkan revisi naik pada proyeksi laba dan potensi re-rating sektor, yang didukung keseimbangan harga CPO yang lebih tinggi serta kenaikan biaya akuisisi lahan.

