IHSG Melesat 1% dalam 30 Menit Transaksi, Saham BREN Penopang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/11/2025), melesat sebanyak 83 poin (1%) menjadi 8.245 hingga pukul 10.25 WIB. Kenaikan ditopang penguatan mayoritas sektor saham, khususnya BREN.
Kenaikan tertinggi edicatatkan saham sektor energi, konsumer primer, infrastruktur, teknologi, konsumer non primer, dan energi. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property. Penyumbang utama kenaikan indeks datang dari saham BREN, emiten dengan market cap terbesar, sebanyak 7,49% menjadi Rp 9.325.
Baca Juga
Kenaikan tertinggi datang dari saham KDTN melesat 27,16% menjadi Rp 206, RANC menguat 25% menjadi Rp 1.000, FPNI menguat 24,27% menjadi Rp 256, UVCR naik 22,97% menjadi Rp 91, dan JATI naik 18,18% menjadi Rp 130.
Adapun pergerakan indeks sepanjang Oktober 2025 menguat sebanyak 102 poin atau 1,27%dari 8.061 akhir September menjadi 8.163 per akhir Oktober 2025. Meski demikian, indeks sempat menyentuh level penutupan tertinggi baru bulan ini 8.274 pada 23 Oktober dan level intraday tertinggi baru sepanjang masa level 8.354 pada 24 Oktober 2025.
Di tengah penguatan tersebut sejumlah saham yang catatkan lomptan mengensakan bulan ini lebih dari 200%, yaitu saham SSTM menguat lebih dari 210% menjadi Rp 875, RISE melesat lebih dari 232% menjadi Rp 11.525, dan ASLI hampir mencapai 200% menjadi Rp 200.
Baca Juga
Cegah Resesi, Menkeu AS Desak The Fed Lebih Agresif Turunkan Suku Bunga
Selain kenaikan indeks, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) lebih dari 13,71 triliun sepanjang Oktober 2025. Jika tak memperhitungkan crossing saham, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 554,31 miliar.
Net buy terbesar disumbangkan transaksi saham melalui pasar negosiasi atau crossing, seperti CASA mencapai Rp 5,65 triliun, PANI Rp 5,04 triliun, dan EXCL mencapai Rp 2,68 triliun. Sisanya disumbangkan net buy melalui pasar regular BBCA senilai Rp 2,05 triliun dan ASII sebanyak 1,19 triliun.

