Bagikan

Laba ABM Investama (ABMM) Anjlok, Berikut Pemicunya  

JAKARTA, investortrust.id PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatatkan penurunan signifikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk emnjadi US$ 42,20 juta hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 111,92 juta. Penurunan dipicu pelemahan pendapatan kontrak dari pelanggan.

Rilis laporan kinerja keuangan ABMM di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum lama ini menyebutkan bahwa pendapatan dari kontrak dengan pelanggan turun dari US$ 893,52 juta menjadi US$ 781,64 juta. Laba usaha juga anjlok dari US$ 66,39 juta menjadi US$ 32,64 juta. Begitu juga dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 111,94 juta menjadi US$ 42,38 juta.

Baca Juga

ABM Investama (ABMM) Tegaskan Komitmen Inklusivitas dan Keberlanjutan Energi

Penurunan tersebut sejalan dengan volume pengupasan lapisan tanah sebanyak 12,0% YoY menjadi 178,6 juta bank cubic meter (Mbcm) hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 202,9 Mbcm oleh entitas kontraktor tambang milik Perseroan. Volume pengambilan batu bara juga turun sebesar 14,2% YoY menjadi 24,8 juta ton (Mt) pada 9M25.

Meskipun angka tahunan menunjukkan penurunan, manajemen ABMM menyebutkan, normalisasi jam hujan di lokasi operasional serta pelaksanaan inisiatif strategis selama kuartal III-2025berkontribusi terhadap peningkatan quartal on quartal (QoQ) volume pengupasan lapisan tanah yang tercermin dalam perbaikan indikator profitabilitas pada kuartal III-2025.

Perseroan juga mencatatkan penurunan volume bisnis perdagangan bahan bakar yang ditunjukkan penurunan volume penjualan sebesar 14,4% menjadi 282 juta liter hingga September 2025.  Adapun kinerja bisnis logistik solid dengan tingkat pengiriman tepat waktu (ontime delivery) sebesar 94,0%.  Bisnis jasa dan fabrikasi juga menunjukkan peningkatan dengan tingkat pengiriman tepat waktu dan lengkap (on-time-in-full) mencapai 83,7%.

Baca Juga

IHSG Menuju 8.230, Tiga Saham Dipimpin RATU Layak Dilirik  

Dirut ABMM Hans Manoe mengatakan, dalam menghadapi tantangan eksternal yang terjadi pada paruh pertama tahun 2025, perseroan bergerak cepat dengan mengakselerasi dan mengeksekusi serangkaian inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas operasional, efisiensi biaya, pengelolaan modal yang disiplin, serta penerapan manajemen keuangan yang lebih prudent.

“Upaya ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam capaian operasional dan kinerja keuangan selama kuartal ketiga. Ke depan, ABMM tetap berkomitmen untuk memaksimalkan produktivitas operasional guna memberikan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ungkapnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024