Laba Atribusi ABM Investama (ABMM) Anjlok 51,76% di 2024, Faktor Ini Jadi Pemicu
JAKARTA, investortrust.id – PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 51,76% menjadi US$ 139,36 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai US$ 289 juta.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan dari US$ 1,49 miliar menjadi US$ 1,20 miliar. Laba bruto juga melemah dari US$ 392,04 juta menjadi US$ 131,19 juta.
Baca Juga
ABM Investama (ABMM) Kaji Ekspansi Tambang Emas, Ini Alasannya
Penurunan laba bersih juga tak terhindarkan, meskipun perseroan membukukan penurunan beban penjualan dan distribusi serta beban umum dan aministrasi. Beban lainnya juga turun drastic, Namun demikian laba usaha tetap turun dari US$ 305,62 juta menjadi US$ 107,85 juta.
Sebelumnya, ABM Investama (ABMM) Menyusun rencana ekspansi ke bisnis tambang emas. Hal ini sejalan dengan peta jalan perseroan untuk memperbesar kontribusi pendapatan dari di luar dari segmen batu bara.
Baca Juga
Bernilai US$ 57 Juta, ABM Investama (ABMM) Akuisisi Tambang Batu Bara dari United Tractors (UNTR)
Direktur ABMM Hans Christian Manoe mengatakan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor strategis. “Kita lihat emas itu lebih feasible dibanding mineral lain. Jadi kalau pakai feasibility study margin dan EBITDA-nya bagus. Kita lihat pengolahannya, teknis pengolahnya gimana. Sisi strategik seperti itu kita lihat,” kata Hans.
Mengingat ABMM masih belum memiliki pengalaman di bisnis pertambangan emas, Hans mengatakan, perseroan bakal masuk secara perlahan. Saat ini, pihaknya masih terus mencari aset-aset tambang emas potensial yang bisa dijajaki.

