Telkom (TLKM) Torehkan Laba Bersih Rp 20,59 Triliun hingga Kuartal III-2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan laba periode berjalan senilai Rp 20,59 triliun hingga September 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 23,02 triliun. Raihan tersebut setara dengan laba per saham Rp 159,33, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 178,42.
TLKM dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/10/2025), menyebutkan bahwa pendapatan konsolidasi mencapai Rp 109,62 triliun hingga September 2025, sedikit lebih rendah dari Rp 112,22 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Penurunan pendapatan tersebut diikuti dengan penurunan laba usaha menjadi Rp 29,17 triliun dari sebelumnya Rp 32,45 triliun. Hal ini seiring meningkatnya sejumlah beban operasional, antara lain beban karyawan sebesar Rp 11,90 triliun dan beban penyusutan serta amortisasi sebesar Rp 25,07 triliun.
TLKM masih membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp 75 miliar dan keuntungan selisih kurs sebesar Rp 137 miliar yang membantu menopang kinerja operasional perseroan. Setelah memperhitungkan biaya pendanaan, pajak kini, serta pajak tangguhan, laba periode berjalan TLKM tercatat sebesar Rp 20,60 triliun hingga akhir September 2025.
Sebelumnya, Telkom (TLKM) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersama anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), telah menandatangani Conditional Spin-off Agreement (CSA) sebagai langkah strategis pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada TIF pada Senin (20/10/2025). Aksi ini bagian dari Telkom untuk memperkuat fokus bisnis infrastruktur digital.
Baca Juga
Aksi korporasi ini juga bertujuan menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan dengan mengoptimalkan aset, meningkatkan efisiensi biaya, serta membuka peluang monetisasi dan kemitraan strategis. Telkom menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia.
Pasca pemisahan, Telkom mengungkap bahwa TIF akan mengelola lebih dari 50% total aset jaringan fiber Telkom, mencakup segmen access, aggregation, backbone, dan infrastruktur pendukung lainnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp35,8 triliun. Meski Telkom masih menguasai 99,9% saham TIF, perusahaan akan beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity baik untuk pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup.

