Percepat Eksekusi Transformasi, Telkom (TLKM) Cetak Laba Bersih Rp 11 Triliun di Semester I-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatatkan kinerja keuangan solid pada paruh pertama tahun 2025 setelah mencatatkan laba bersih senilai Rp 11 triliun, seiring langkah konsisten perusahaan menjalankan agenda transformasi digital dan efisiensi operasional. Pendapatan konsolidasi sebesar Rp 73 triliun dan EBITDA sebesar Rp36,1 triliun dengan margin EBITDA mencapai 49,5% hingga Juni 2025.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, di tengah berbagai tantangan industri yang dinamis, Telkom terus mempercepat eksekusi strategi transformasi demi memperkuat daya saing dan menciptakan nilai jangka panjang. “Kami percaya bahwa kecepatan dalam mengeksekusi transformasi menjadi kunci untuk memenangkan pasar digital yang sangat kompetitif saat ini,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Telkom (TLKM) Luncurkan 4 Pilar Transformasi, Saatnya Berburu Sahamnya?
Selain itu, dia mengatakan, perseroan secara konsisten memperkuat penerapan tata kelola sebagai fondasi utama perusahaan, serta mendorong implementasi budaya kerja, Digital Ways of Working, yang menekankan pada keberanian dalam mengeksekusi untuk hasil terbaik, integritas terhadap etika, nilai, norma dan aturan yang berlaku, komitmen pada pelayanan yang terbaik, serta bertindak secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dalam menghadapi perubahan.
Terkait penyumbang pendapatan perseroan, kontribusi terbesar terhadap pendapatan berasal dari segmen Data, Internet, dan IT Services yang menyumbang Rp 42,5 triliun atau menegaskan posisi Telkom sebagai pemimpin dalam layanan digital terintegrasi. Layanan Telekomunikasi lainnya tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp 7,5 triliun dan pendapatan interkoneksi naik 2,4% YoY menjadi Rp 5 triliun, seiring peningkatan trafik internasional. Anak usaha Telkom, Telkomsel, menyumbang pendapatan sebesar Rp 53,8 triliun dengan digital business berkontribusi hingga 90,6% dari total pendapatan seluler.
“Kebutuhan masyarakat akan data berkualitas tercermin dalam lonjakan trafik data sebesar 20,1% menjadi 11,7 juta TB. Jumlah pelanggan seluler Telkomsel tercatat mencapai 158,4 juta pelanggan, dan Telkom terus memperluas infrastruktur dengan 280.434 BTS, termasuk 2.537 BTS 5G,” tulis rilis resmi tersebut di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Kredit Perbankan RI Tembus Rp 8.059 Triliun, Tumbuh 7,77% hingga Juni 2025
Sementara itu, segmen IndiHome tumbuh stabil. Pendapatan B2C meningkat 0,5% YoY, dengan jumlah pelanggan IndiHome B2C dan B2B naik 7,1% YoY menjadi 11,3 juta pelanggan.
Segmen Enterprise mencatat pendapatan sebesar Rp 10 triliun, didorong oleh penguatan kapabilitas digital seperti cloud services, cybersecurity, dan layanan IndiBiz untuk UKM. Di sisi lain, segmen Wholesale dan Internasional membukukan pertumbuhan 4,7% YoY menjadi Rp9,7 triliun, berkat kinerja bisnis infrastruktur dan layanan internasional.
Mitratel dan Infranexia
Di sektor menara, anak usaha Telkom, Mitratel, membukukan pendapatan Rp4,6 triliun (tumbuh 2,2% YoY), EBITDA Rp3,9 triliun, dan laba bersih Rp1,1 triliun. Mitratel menambah 378 menara dan 1.039 tenant, dengan total menara mencapai 39.782 unit dan fiber optik 54.447 km.
Sementara itu, Infranexia sebagai entitas pengelola infrastruktur fiber TelkomGroup tengah disiapkan sebagai platform pertumbuhan strategis, untuk mendukung efisiensi dan konektivitas nasional.
Baca Juga
Kinerja Moncer, Pengamat Ungkap Dividen Jumbo dan Digitalisasi Jadi Daya Tarik Telkom (TLKM)
Segmen data center dan cloud mencatat pendapatan Rp 921 miliar. Hingga Juni 2025, Telkom mengoperasikan 35 data center dengan total kapasitas 44 MW, tersebar di 30 lokasi domestik dan 5 internasional, termasuk di Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste. Anak usaha Telkom, NeutraDC, mencatat utilisasi kapasitas hingga 76%, didukung permintaan dari instansi pemerintah, perbankan, hingga global cloud provider.
Terkait realisasi belanja modal (capex) TelkomGroup sebesar Rp 9,5 triliun atau setara 13% dari total pendapatan, turun 18,7% YoY. Penurunan ini selaras dengan strategi alokasi berbasis return on investment. Lebih dari 50% capex dialokasikan untuk ekspansi jaringan fiber optik, satelit, dan data center, mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan.

