Dony Oskaria Instruksikan Telkom (TLKM) 'Bersih-bersih' Pembukuan dan Perkuat Tata Kelola
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, melakukan langkah tegas dalam mengawal transformasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam kunjungan kerja ke Bandung pada Senin (20/4/2026), Dony menginstruksikan percepatan pembenahan tata kelola perusahaan guna memastikan operasional raksasa telekomunikasi tersebut berjalan transparan dan bersih.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda strategis BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM) untuk memperkuat fundamental perusahaan pelat merah sesuai dengan instruksi langsung Presiden.
Dony menekankan bahwa ada tiga poin krusial yang menjadi fokus pembenahan Telkom dalam waktu dekat. Fokus utamanya adalah memastikan kondisi laporan keuangan perusahaan mencerminkan realitas yang ada tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Rapat hari ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Pertama, mengenai buku harus bersih; kita menata ulang pembukuan terhadap Telkom. Kedua, membahas mengenai streamlining yang harus diselesaikan tahun ini. Ketiga mengenai pembersihan, karena kita mau perusahaan ini dijalankan dengan benar dan tepat," tegas Dony di hadapan jajaran pimpinan Telkom.
Baca Juga
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel: Kami Mendukung
Selain urusan pembukuan, pemerintah mendorong Telkom untuk segera melakukan perampingan atau streamlining terhadap anak-anak perusahaannya. Langkah ini diambil agar struktur organisasi Telkom menjadi lebih ramping, lincah, dan efisien dalam menghadapi dinamika industri digital yang sangat cepat.
BP BUMN menyoroti pentingnya penyesuaian standar akuntansi yang mengacu pada benchmark industri global. Dony menilai kepemimpinan yang kuat diperlukan untuk memastikan inisiatif perubahan ini berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Tak hanya soal performa bisnis, Danantara dan BP BUMN juga menjadikan penegakan hukum sebagai fondasi utama transformasi. Upaya "pembersihan" ini diharapkan dapat menghilangkan praktik-praktik yang menghambat profesionalisme di tubuh BUMN.
"Kita ingin Telkom ke depannya benar-benar menjadi lebih hebat lagi. Transformasi digital harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata," tambahnya.
Melalui pengawasan ketat dan sistem pelaporan yang lebih akuntabel, BP BUMN optimistis Telkom mampu meningkatkan daya saingnya di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

