Bagikan

Realisasi Marketing Sales 71%, BSDE Optimistis Pertumbuhan Berkelanjutan Tahun Ini  

Poin Penting

Prapenjualan tumbuh 4% menjadi Rp7,10 triliun hingga September 2025.
Segmen residensial dan komersial menjadi kontributor terbesar penjualan.
BSD City menyumbang 64% dari total prapenjualan BSDE.  

JAKARTA, investortrust.id PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), bagian dari Sinar Mas Land, membukukan kinerja prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 7,10 triliun hingga akhir Kuartal III-2025. Angka tersebut setara dengan 71% dari target tahunan Rp 10 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyampaikan bahwa capaian tersebut tumbuh 4%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 6,84 triliun. Kenaikan tersebut menggambarkan permintaan pasar properti yang tetap solid.

Baca Juga

Bumi Serpong (BSDE) Sebut Stasiun Jatake Beroperasi Akhir 2025

Segmen residensial berkontribusi Rp 3,14 triliun atau 44% terhadap total prapenjualan. Kinerja ini didorong proyek unggulan, seperti Nava Park, Hiera, Armont Residences, Eonna, Terravia di BSD City, serta Kaia Yara, Klasika Vicente, dan proyek baru Altara di Grand Wisata Bekasi. Selain itu, Richmond dan Averon di Kota Wisata Cibubur turut memberi kontribusi.

Sisanya disumbangkan segmen komersial dengan nilai Rp 3,33 triliun atau 47%. Komponen penjualan ini terdiri atas ruko senilai Rp 1,88 triliun, kavling komersial Rp 1,08 triliun, dan  unit apartemen Rp 372 miliar.

Kinerja ruko didukung peluncuran proyek baru seperti Nava Park Business Suites, Xlane Community Complex, The Exquis Lifestyle Park BSD, dan Asterra Business Park. Untuk apartemen, penjualan ditopang The Elements, Southgate, Aerium, serta Akasa dan Upper West di BSD City.

Baca Juga

Rotasi ke Saham Fundamental Berlangsung, Investor Kembali Lirik LQ45  

Berdasarkan lokasi, dia mengatakan, BSD City menyumbang 64% dari total prapenjualan hingga September 2025. Kontribusi terbesar berasal dari Nava Park (12%) dan Hiera (5%). Adapun proyek di Grand Wisata Bekasi menyumbang 10%, Kota Wisata Cibubur 4%, dan Grand City Balikpapan 4%.

Guna mencapai target yang ditetapkan, dia mengatakan, BSDE akan melanjutkan strategi penguatan pemasaran memanfaatkan kebijakan pembebasan pajak pertambahan nilai pembelian property hingga akhir 2026. Selain itu, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dan pelonggaran likuiditas dinilai meningkatkan keterjangkauan pembiayaan KPR dan minat beli hunian.

“Kebijakan pemerintah mendukung daya beli dan pertumbuhan sektor properti. Dengan portofolio proyek yang beragam, kami optimistis menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Hermawan.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024