IHSG Berpeluang Tembus 8.350 dalam Waktu Dekat, Ini 5 Saham Pilihan Kiwoom Sekuritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan tren positif sejak awal pekan. Pada Senin (20/10/2025), IHSG naik 2,19%, dan berlanjut menguat 1,6% pada pertengahan sesi II perdagangan Selasa (21/10/2025).
Head of Marketing, Strategy, and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi Kasmarandana, menilai rebound IHSG masih mempertahankan tren jangka panjang bullish, dengan posisi indeks berada di atas moving average 200 hari (MA200) di level 7.973.
Baca Juga
Net Buy Melesat Rp 1,34 Triliun, Asing Borong Saham Bank Ini
Menurut Audi, penguatan IHSG didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, meredanya tensi kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Trump belum merealisasikan rencana pengenaan tarif 100% untuk mineral tanah jarang (rare earth) asal China. Kedua, pemangkasan BI rate sebesar 150 basis poin (bps) hingga September 2025 yang menempatkan suku bunga acuan di level terendah sejak Oktober 2022.
“Kondisi ini dipercaya dapat menekan cost of fund, menggairahkan permintaan kredit, dan mendorong perbaikan kinerja keuangan emiten,” jelas Audi kepada Investortrust.id, Selasa (21/10/2025).
Namun, ia menambahkan bahwa investor masih berhati-hati dan belum sepenuhnya beralih ke pasar saham. “Permintaan terhadap safe haven dan low risk asset masih tinggi, termasuk dari investor asing,” ujarnya.
Audi juga menyoroti potensi emiten berkapitalisasi besar yang masih memiliki valuasi menarik. Emiten di sektor keuangan, misalnya, mencatatkan earnings yield sebesar 7,73% (TTM), lebih tinggi dibanding imbal hasil surat utang negara.
Baca Juga
Investor Reposisi Portofolio, Saham Fundamental Kokoh kembali Jadi Incaran
“Momentum saat ini masih menarik untuk melirik saham-saham berfundamental kuat, khususnya yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga,” tambahnya.
Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpeluang menguat menuju level resistance 8.350 dalam jangka menengah, dengan asumsi kondisi global stabil, tidak ada kenaikan tensi tarif AS, dan investor asing mulai masuk kembali ke pasar domestik.
Sebagai strategi investasi, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan berikut untuk memanfaatkan momentum kebangkitan pasar saham Indonesia:
- BBRI – Buy, target price Rp 4.250
- BBCA – Buy, target price Rp 9.000
- ANTM – Trading buy, target price Rp 4.000
- MDKA – Trading buy, target price Rp 2.800
- TLKM – Trading buy, target price Rp 3.450

