Berpeluang Keluar dari FCA dalam Waktu Dekat, Saham MIRA Bisa Lanjutkan Lompatan Harga
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Mitra International Resources Tbk (MIRA) konsisten lanjutkan penguatan, meskipun ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Berdasarkan data kenaikan harganya telah lebih dari 143% dalam sebulan terakhir dan 630% sepanjang year to date (ytd) menjadi Rp 73.
Didukung penguatan harga hingga berada di atas level Rp 50, saham MIRA berpotensi keluar dari FCA dalam waktu dekat. Hal ini berpotensi mengerek harga saham ini lebih pesat lagi ke depan. Sejumlah pelaku pasar menyebutkan bahwa lompatan harga saham tersebut juga didukung peluang aksi korporasi yang bisa mendongkrak kinerja keuangan dalam jangka panjang.
Baca Juga
BEI Suspensi 4 Saham, Sebaliknya MPRO, PBSA, dan PIPA Dibuka Kembali
Tren penguatan harga saham MIRA juga didukung aksi borong investor terhadap saham-saham yang tercatat di PPK dalam beberapa pekan terakhir. Hampir seluruh saham yang masuk di papan ini menorehkan penguatan mengesankan, tak terkecuali dengan saham MIRA.
Terkait kinerja keungan, MIRA menunjukkan perbaikan dengan peningkatan pendapatan bersih menjadi Rp 29,18 triliun hingga semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 28,37 miliar. Meski demikian perseroan masih mencatatkan rugi bersih yang menunjukkan penurunan menjadi Rp 6,05 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga
Erajaya (ERAA) Genjot Profitabilitas melalui Diversifikasi, Bagaimana Dampak ke Sahamnya?
MIRA merupakan perusahaan yang dikendalikan PT Intikencana Pranajati sebanyak 11,67% dan Mitra Murni Expressindo sebanyak 5,79% saham. Sisanya dikuasai Irene Thesman sebanyak 16,72% saham dan masyarakat menguasai 65,8% saham.

