Melambung 100% dalam 5 Hari, Saham ASPI dan MORA Akhirnya Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id — Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) mulai sesi I, Rabu (15/10/2025). Suspensi dipicu atas lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
Data perdagangan BEI dalam lima har terakhir menyebutkan kenaikan signifikan saham MORA lebih dari 116% menjadi Rp 1.015 dan saham ASPI melambung lebih dari 109% menjadi Rp 1.070. Bahkan, dalam beberapa hari dua saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA).
Baca Juga
Surge (WIFI) Dijagokan Menangi Lelang Spektrum 1,4GHz, Sahamnya Bisa ke Level Ini
Secara bersamaan, BEI membuka kembali (unsuspensi) perdagangan tiga saham pada Selasa, (14/10/2025). Ketiga saham tersebut adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), dan PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI).
Sebelumnya perdagangan ketiga saham ini dihentikan sementara dipicu atas lompatan harga pesat, yaitu saham AYLS melesat lebih dari 118% menjadi Rp 242 , saham TRUE melambung lebih dari 117% menjadi Rp 113, dan saham PGLI naik lebih dari 28% menjadi Rp 350.
Baca Juga
Target Harga Darma Henwa (DEWA) Direvisi Naik Refleksikan Perbaikan Prospek Kinerja
BEI juga mencabut status efek bersifat ekuitas dari papan pemantauan khusus untuk lima saham mulai sesi I hari ini. Kelima emiten tersebut dipindahkan ke papan pengembangan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga transaksinya kembali normal.
Kelima saham tersebut terdiri atas saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT). Seluruh emiten tersebut sebelumnya masuk dalam papan pemantauan khusus setelah mengalami penghentian sementara lebih dari satu haru perdagangan.
Grafik Saham ASPI dan MORA

