Raup Dana Rp 459,43 Miliar, Chengdong Investment Lepas Miliaran Saham Bumi Resources (BUMI)
JAKARTA, investortrust.id – Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Chengdong Investment Corporation, kembali melepas sebagian kepemilikannya dengan meraup dana Rp 459,43 miliar. Penjualan saham tersebut telah digelar pada 9 Oktober 2025.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/10/2025), menyebutkan bahwa Chengdong menjual saham BUMI sebanyak 50,84 juta di harga Rp 145,42 per saham dan sebanyak 3,66 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 123,41 per saham. Total saham yang dilepas setara 1% dari total kepemilikan.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melemah 0,37% Usai Cetak Rekor Intraday 8.288, Sejumlah Saham Ini Cetak ARA
Sebelum transaksi, Chengdong menguasai 37,12 miliar saham atau 9,99% saham BUMI. Namun usai divestasi ini, jumlah kepemilikan turun menjadi 33,40 miliar saham, atau 8,99% dari total saham beredar. “Tujuan transaksi ini adalah divestasi sebagai bagian dari rangkaian penjualan saham yang telah dimulai sejak 12 Juni 2025,” tulis pengumuman resminya.
Penjualan tersebut merupakan kelanjutan dari strategi pengalihan kepemilikan saham yang telah disampaikan sebelumnya kepada otoritas pasar modal. Meski telah menjual sebagian sahamnya, Chengdong Investment Corporation masih tercatat sebagai pemegang saham langsung di Bumi Resources (BUMI) dengan porsi kepemilikan di bawah 9%.
Sebelumnya, Bumi Resources (BUMI), eksportir batubara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan batubara global terbesar, telah berhasil mengakuisisi 99,68% kepemilikan saham di Wolfram Limited (“Wolfram”), perusahaan pertambangan emas dan tembaga yang berbasis di Australia, dan akan mencapai 100% pada November 2025.
Baca Juga
Minat Investasi Meningkat, Reku Luncurkan Fitur DCA Kripto dan Saham AS
Akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari term sheet agreement yang ditandatangani awal tahun ini dan kini telah difinalisasi setelah memperoleh persetujuan dari Foreign Investment Review Board (FIRB) di Australia. Langkah ini menandai tonggak penting dalam strategi diversifikasi Bumi Resources, yang memperluas portofolio perusahaan ke sektor mineral strategis dan mineral kritis serta peluang hilirisasi.
“Dengan selesainya transaksi ini, Bumi Resources mengambil langkah penting dalam perjalanan diversifikasinya. Ekspansi ke mineral strategis dan mineral kritis sejalan dengan tren permintaan global serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Adika Nuraga Bakrie, Presiden Direktur Bumi Resources.
Melalui Wolfram, Bumi Resources memperoleh akses terhadap potensi produksi emas dan tembaga dalam jangka pendek, yang diharapkan dapat berkontribusi positif pada profil pendapatan perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

