Investor Asing Mulai Berbalik Koleksi Saham Bank Besar Ini, Ternyata Target Harga masih Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing terpantau mulai mengakumulasi (net buy) saham bank papan atas ini, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/4/2024) ditutup anjlok. Aksi buru saham bank dilakukan secara selektif setelah terjadi penurunan dalam beberapa hari perdagangan.
Berdasarkan data BEI, investor asing terpantu mulai membukukan net buy saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 103,33 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 98,64 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) senilai Rp 9,05 miliar. Sedangkan net buy terbesar melanda saham emiten besutan Prajogo Pangestu ini, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 129,82 miliar.
Baca Juga
Sedangkan dua saham bank besar lainnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih tetap menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Net sell saham BBRI dan BMRI hari ini masing-masing Rp 153,46 miliar dan Rp 133,25 miliar.
Terkait pergerakan harga saham bank papan atas hari ini, RHB Sekuritas dalam riset terakhirnya menyebutkan bahwa saham-saham perbankan, khususnya saham bank besar, tetap menarik dilirik didukung sejumlah sentimen rencana pelonggaran rasio cadangan dan pemangkasa tingkat suku bunga.
Baca Juga
Emiten Perbankan Ambyar hingga Harga Emas Melonjak Buntut Serangan Iran ke Israel
Hal ini mendorong analis RHB Sekuritas Wan Muhammad Ammar, David Chong, dan Andrey Wijaya untuk mempertahankan rekomendasi beli saham sektor perbankan dengan pilihan teratas BBNI, BMRI, BNGA, dan BBTN.
RHB Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengant target harga Rp Rp 11.100, saham BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.000, saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.240, dan saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.530.
