Pemodal Asing Berbalik Net buy Rp 199,93 Miliar, Terdorong Saham ANJT
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net sell) di seluruh pasar senilai Rp 199,93 miliar, siering dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/10/2025), sebanyak 47,22 poin (0,59%) menjadi 8.118,30.
Net buy terbanyak melanda saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) Rp 288,38 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebanyak Rp 204,53 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 170,93 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 137,49 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 93,83 miliar.
Baca Juga
Tanpa APBN, Pembangunan Tol Bogor-Serpong Telan Investasi Rp 12,35 T
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham bank berikut, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 342,23 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 136,52 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 132,95 miliar, PT Elang Mahkota Sejahtera Tbk (EMTK) Rp 114,38 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 102,02 miliar.
Kenaikan indeks ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,09%, industri 2,46%, sektor konsumer non primer 1,57%, sektor energi 1,21%, sektor infrastruktur 1,06%, sektor teknologi 1,90%, dan konsumer primer 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham kesehatan dan keuangan.
Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA) terdiri atas saham KOBX melesat 34,97% menjadi Rp 193 dan ASLI menguat 34,71% menjadi Rp 163. ARA juga melanda saham AGII sebanyak 25% menjadi Rp 1.250, NIKL naik 25% menjadi Rp 300, dan saham PIPA naik 24,38% menjadi Rp 500.
Tiga saham emiten yang dikendalikan Happy Haposoro juga cetak ARA hari ini, yaitu saham BUVA naik 25% menjadi Rp 750, UANG menguat 24,74% menjadi Rp 5.925, dan RAJA dengan kenaikan 24,85% menjadi Rp 4.070. ARA juga melanda saham CBRE naik 24,84% menjadi Rp 1.005, dan PIPA naik 24,38% menjadi Rp 500. Saham KOKA menguat 24,84% menjadi Rp 392, ARTA naik 24,81% menjadi Rp 3.370, PNGO naik 24,69% menjadi Rp 3.030, dan POLU menguat 19,89% menjadi Rp 16.875.
Meski tak ARA, lompatan dicatatkan emiten Haporo ini, MINA, naik 22,54% menjadi Rp 212, PTRO naik 6,30% menjadi Rp 7.150, dan SINI menguat 10% menjadi Rp 4.400. Ssaham MBTO menguat 32,35% menjadi Rp 180, dan TINS menguat 20,63% menjadi Rp 2.310.
Baca Juga
Beras Alami Deflasi di September 2025, Bapanas Klaim Intervensi Pemerintah Efektif Tekan Harga
Kemarin, IHSG BEI ditutup menguat tipis naik 27,26 poin (0,34%) menjadi 8.071 disertai dengan penjualan bersih saham oleh investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,42 triliun di seluruh pasar. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 913,87 miliar, EMTK Rp 190,16 miliar, dan BBCA Rp 186,58 miliar.
Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer primer 2,24%, sektor teknologi 1,13%, sektor properti 1,06%, sektor keuangan 1,03%, sektor energi 0,81%, sektor material dasar 0,60%, dan sektor konsumer non primer 0,48%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri, kesehatan, dan infrastruktur.
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ASLI juga ARA 34,44% menjadi Rp 121, SULI naik 34,51% menjadi Rp 152, DIVA sebanyak 34,31% menjadi Rp 184, TNCA naik 34,12% menjadi Rp 228, UANG menguat 25% menjadi Rp 4.750, dan TFAS menguat 25% menjadi Rp 280.
ARA juga melanda saham LION naik 25% menjadi Rp 800, PIPA naik 24,84% menjadi Rp 402, LPGI naik 24,49% menjadi Rp 610, dan WOOD naik 24,49% menjadi Rp 615. Meski tidak ARA, saham berikut cetak lompatan harga yang mengesankan, seperti saham ESTA naik 28,57% menjadi Rp 162, MCAS naik 22,98% menjadi Rp 990, dan EMAS menguat 16,50% menjadi Rp 4.660.

