IHSG Sepekan Menguat 0,60%, Penopang Utama Saham BRPT, BNLI, hingga BUMI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan sebanyak 0,60% menjadi 8.099 dengan rata-rata transaksi harian lebih dari Rp 28 triliun sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut membuat kapitalisasi pasar (market cap) bursa bertambah sebanyak Rp 255 triliun menjadi Rp 14.888 triliun. Kenaikan market cap juga ditopang listing perdana saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).
IHSG sepanjang pekan ini juga berhasil mencetak level penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dalam dua hari beruntun. ATH pertama terjadi pada 23 September dengan rekor 8.125 dan ATH selanjutnya 24 September level 8.126. Namun pada perdagangan 25 September, IHSG berbalik anjlok dan kembali rebound kemarin.
Baca Juga
Harga Emas Melonjak 2,5% dalam Sepekan, Saatnya Profit Taking?
Saham penopang utama lompatan indeks pekan ini adalah saham BRPT dengan kenaikan 23% menjadi Rp 3.690, BNLI melesat 27,71% menjadi Rp 5.300, saham PGUN menguat 127,41% menjadi Rp 15.350, MBMA naik 23,4% menjadi Rp, dan BUMI menguat 28,95% menjadi Rp 147. Adapun penekan utama indeks datang dari saham BBRI, AMMN, TLKM, DSSA, dan BBCA.
Penopang indeks dari sisi sektor disumbangkan saham sektor industry dengan kenaikan 7,79%, sektor konsumer non primer dengan kenaikan 6,34%, sektor material dasar melesat 5,11%, sektor property naik 5,41%, sektor energi menguat 4,71%, dan sektor keuangan naik 106%.
Kenaikan IHSG sebanyak 0,60% menjadi 8.099 sepanjang pekan ini tergolong kuat, dibandingkan dengan bursa negara lainnya di kawasan Asean, seperti bursa saham filipina turun 3,79%, indeks bursa saham Thailand melemah 1,08%, dan indeks Strait Times Singapura melemah 0,85%. Kenaikan lainnya dicatatkan indeks bursa saham Malayasia dan Vietnam masing-masing 0,45% dan 0,68%.
Net Buy Saham
Seiring dengan kenaikan IHSG, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 5,09 triliun di seluruh pasar. Torehan tersebut lebih tinggi dibandingkan net buy saham oleh investor asing pekan sebelumnya mencapai Rp 3,03 triliun.
Baca Juga
Saham ‘Bluechips Old-School’ Ditinggal Investor Asing, Ini Penyebabnya
Pencatatan net buy pekan ini didominasi adanya transaksi saham melalui crossing di pasar negosiasi dari PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp 3,12 triliun, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 2,04 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 1,44 triliun. Tanpa net buy di pasar negosiasi ini, pemodal asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,03 triliun di pasar regular.
Dengan transaksi tersebut, pemodal asing telah mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 53,59 triliun atau US$ 3,19 miliar sepanjang year to date (ytd) 2025. Meski net sell jumbo, IHSG BEI berhasil torehkan lompatan hingga ke level tertinggi baru berkali-kali dalam sebulan terakhir.

