IHSG Kembali Cetak Rekor ke 8.051 hingga 9 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/9/2025), ditutup menguat ke rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah naik 42,53 poin (0,53%) menjadi 8.051. Rentang pergerakan 7.983-8.051 dengan nilai transaksi Rp 27,44 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguata sejumlah sektor saham, seperti industry 4,55%, material dasar 1,87%, energi 1,05%, konsumer non primer 1,26%, infrastruktur 0,67%, sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, property, dan transportasi. Sedangkan saham penyumbang utama PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 4,46% menjadi Rp 114.150.
Baca Juga
Di tengah penguatan tersebut, sembilan saham ini cetak auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) naik 34,92% menjadi Rp 170, PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) naik 34,92% menjadi Rp 170, saham PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 34,56% menjadi Rp 183, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat 25% menjadi Rp 545, dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 25% menjadi Rp 330.
ARA juga melanda saham PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) naik 24,81% menjadi Rp 1.610, saham PT Star Pacific Tbk (LPLI) naik 24,85% menjadi Rp 412, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,57% menjadi Rp 2.180, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 24,71% menjadi Rp 434. Meski tak ARA, PT Tanah Laut Tbk (INDX) naik 28,09% menjadi Rp 228, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 23,16% menjadi Rp 2.260, dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 21,48% menjadi Rp 328.
Top Gainer Hari Ini
Sebaliknya penurunan signifikan melanda saham OKAS sebanyak 14,84% menjadi Rp 218, MGLV melemah 9,87% menjadi Rp 1.005, FUTR turun 8,65% menjadi Rp 380, TOBA 7,69% menjadi Rp 1.255, RONY melemah 10% menjadi Rp 2.430, RICY turun 10% menjadi Rp 81, UDNG melemah 9,64% menjadi Rp 2.250, KOCI melemah 8,08% menjadi Rp 91.
Kemarin, IHSG ditutup melemah 16,75 poin (0,21%) menjadi 8.008 diikuti dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 358,31 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 839,03 miliar, BMRI Rp 248,67 miliar, dan BBNI Rp 118,92 miliar. Sebaliknya net buy terbanyak melanda BBRI Rp 812,22 miliar.
Baca Juga
Jelang Diakuisisi, Sebanyak 9,99% Saham Oscar Mitra (OLIV) Dilepas Hendro Jap
Penurunan indeks kemarin adalah kejatuhan saham sektor keuangan 0,84%, sektor property 0,66%, sektor konsumer non primer 0,53%, dan sektor infrastruktur 0,35%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi 4,26%, sektor konsumer primer 0,70%, energi 0,77%, dan sektor material dasar 0,59%.
Meski IHSG dilanda penurunan sejumlah saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham GTRA naik 34,51% menjadi Rp 191, saham CLAY naik 24,62% menjadi Rp 2.480, GPSO naik 24,62% menjadi Rp 486, dan TALF naik 24,57% menjadi Rp 436. ARA juga melanda saham BUVA sebanyak 24,86% menjadi Rp 452, FISH naik 24,64% menjadi Rp 1.290, DWGL naik 24,62% menjadi Rp 486, MLPT naik 20% menjadi Rp 157.225.

