Siapkan Dana Rp 1 Triliun, Remala Abadi (DATA) akan Ekspansi Jaringan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Remala Abadi Tbk (DATA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 1 triliun pada 2025. Mayoritas dana tersebut akan dialokasikan untuk ekspansi jaringan fiber to the home (FTTH).
Direktur Utama DATA Agus Setiono mengatakan, perseroan membidik pembangunan jaringan FTTH hingga 500 ribu sambungan tahun ini. Target tersebut mulai dikejar sejak akhir tahun lalu ketika pembangunan jaringan mulai digencarkan.
Baca Juga
Grup Djarum Tuntaskan Akuisisi 40% Saham Remala Abadi (DATA), Nilainya Jumbo
“Alokasi capex sebagian besar atau mencapai 50% akan diarahkan ke segmen retail FTTH, karena kita sudah memiliki kabel Java Backbone sejak tahun lalu, tahun ini kita mau aktifkan,” ujar Agus saat ditemui usai paparan publik di Jakarta, Selasa, (9/9/2025).
Selain untuk FTTH, capex digunakan DATA untuk membeli properti di sejumlah kota sebagai lokasi point of presence (PoP). Agus menekankan, perusahaan lebih memilih membeli properti ketimbang menyewa agar dapat menekan biaya jangka panjang.
Hingga saat ini, realisasi serapan capex disebut sudah mendekati 50% dari total anggaran. Namun Agus memastikan alokasi tidak akan melebihi Rp 1 triliun tahun ini. “Tahun depan prospeknya akan lebih baik,” tambahnya.
Adapun sumber pendanaan capex tersebut berasal dari kas internal hasil operasional, dukungan investor eksisting maupun baru, termasuk Grup Djarum, serta fasilitas perbankan.
Baca Juga
Kepemilikan Asing di Saham Indonesia Turun ke 42%, Analis: Dekati Level Terendah Historis
Merujuk laporan keuangan hingga kuartal I-2025 terungkap peningkatan pesat pendapatan perseroan. Jika di kuartal I-2024 pendapatan hanya Rp 78,335 miliar, kini telah mencapai Rp 86,395 miliar.
Sementara, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) mengalami peningkatan dari kuartal I-2024 sebesar Rp 26,169 miliar menjadi Rp 31,492 miliar hingga kuartal I-2025. EBITDA margin DATA juga mengalami peningkatan yang pada awal tahun 2024 hanya 33,41% menjadi 36,45%.

