IHSG Uji Level Support Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin HMSP Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/9/2025), berpeluang melemah menguji level support terdekat 7.571. Sebaliknya saham GGRM, HMSP, dan DMMX direkomendasikan beli hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, pergerakan IHSG sudah berada di area resistance dan mulai menunjukkan sinyal pelemahan dengan potensi menguji level support terdekat di 7.571.
Baca Juga
Surya Semesta (SSIA) Pertahankan Dividen 30%, Fokus Genjot Subang Smartpolitan
“Pelemahan dipicu respons pasar dengan kurang positif terhadap dinamika politik dalam negeri, khususnya terkait reshuffle kabinet yang diumumkan kemarin,” tulis riset yang diterbitkan Danareksa Sekuritas pagi ini.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham AS, seperti penguatan Dow Jones 0,25%. Begitu juga dengan indeks S&P500 menguat 0,21% dan Nasdaq naik 0,45%. Gerak IHSG juga akan dipengaruhi laju komoditas, seperti berlanjutnya kenaikan harga emas ke level tertinggi baru kemarin US$ 3.677 per ounce.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham GGRM dengan target harga Rp 10.550-11.200, HMPS dengan target harga Rp 665-760, DMMX dengan target harga Rp 418-438. Sebaliknya saham SSIA direkomendasikan jual.
Baca Juga
Gantikan Sri Mulyani Jadi Menkeu, Purbaya Ungkap Pesan Presiden Prabowo
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 100,5 poin (1,28%) menjadi 7.766,85. Penurunan terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet, salah satunya Sri Mulyani Indrawati diganti dari posisinya sebagai menteri keungan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Presiden juga mengganti posisi Menteri Koperasi dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI.
Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 525,95 miliar dengan penyumbang utama BBCA Rp 1,24 triliun, BMRI Rp 347,21 miliar, dan ADRO Rp 121,79 miliar. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor konsumer primer 2,48%, sektor keuangan 2,30%, dan infrastruktur 2,07%.
Di tengah pelemahan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu LION naik 25% menjadi Rp 440, TALF naik 25% menjadi Rp 430, FITT naik 25% menjadi Rp 460, CBRE melesat 24,86% menjadi Rp 452, dan POLU naik 20% menjadi Rp 10.350.

