IHSG Berpotensi Menguji Support 8.355, Tiga Saham Dipimpin ARCI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/11/2025), berpeluang bergerak menguji support 8.315-8.355. Tiga saham pilihan yang direkomendasikan beli adalah TINS, SIDO, dan ARCI.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji area support di kisaran 8.315–8.355. Sementara pelaku pasar mencermati perkembangan di AS terkait pembukaan kembali layanan pemerintahan pasca government shutdown.
Baca Juga
OJK dan Vara Dubai Perkuat Kerja Sama Pengawasan Aset Keuangan Digital
Laju indeks juga akan terpengaruh bursa saham dunia, seperti penruunan tajam indeks Dow Jones 1,65%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 1,66% dan Nasdaq melemah 3,29%. Sebagian besar bursa saham Eropa juga melemah.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TINS dengan target harga Rp 3.360-3.500, SIDO dengan target harga Rp 580-600, dan ARCI dengan target harga Rp 1.390-1.460.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik melemah 16,57 poin (0,20%) menjadi 8.372 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 2,91 triliun. Net buy jumbo dipicu adanya crossing saham CASA Rp 2,68 triliun. Net buy selanjutnya dicatatkan saham EMAS Rp 605,55 miliar dan BUMI Rp 179,82 miliar.
Baca Juga
Pendiri Ethereum Vitalik Buterin Sumbang ETH Senilai US$ 2,4 Juta ke Teknologi Anti-Penuaan
Pelemahan indeks kemarin dipicu koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor industri turun 1,50%, sektor teknologi 1,23%, konsumer non primer melemah 0.62%, sektor konsumer primer 0,49%, dan sektor konsumer non primer 0,62%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur, properti, kesehatan, dan keuangan.
Sejumlah saham dengan torehan auto reject atas (ARA), yaitu saham SWID menguat 34,78% menjadi Rp 124, CSIS naik 25% menjadi Rp 330, MORA menguat 25% menjadi Rp 5.075, JECC naik 25% menjadi Rp 1.375, BEEF naik 24,80% menjadi Rp 780, dan CSMI naik 24,41% menjadi Rp 316.

