Strategi Bitcoin Kini Tak Lagi Jadi Mesin Penggerak Saham Korporasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah perusahaan publik yang menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan korporasi terus bertambah, namun pengumuman akuisisi aset kripto tersebut tak lagi otomatis mengerek harga saham seperti beberapa tahun lalu.
Melansir CoinTelegraph, Rabu (3/9/2025), model ini pertama kali dipelopori oleh Strategy (dulu MicroStrategy) yang merupakan pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia dengan 632.457 BTC. Sejak pembelian pertama pada Agustus 2020, saham Strategy telah melonjak lebih dari 2.200%.
Data BitcoinTreasuries.net menunjukkan, ada 161 perusahaan publik masing-masing memegang lebih dari 1 BTC, dengan total kepemilikan 989.926 BTC atau sekitar 4,7% dari total suplai Bitcoin. Meski begitu, euforia pasar mereda. Beberapa perusahaan memilih diversifikasi ke Ethereum, sementara banyak saham justru kembali anjlok setelah lonjakan singkat pasca pengumuman.
Baca Juga
Berikut beberapa perusahaan yang sahamnya tertekan:
GameStop (4.710 BTC)
Setelah mengumumkan strategi Bitcoin pada 26 Maret 2025, saham GameStop sempat naik 12% dan menembus US$ 35 pada Mei. Namun kini kembali turun ke US$ 22,79, anjlok lebih dari 27% sepanjang 2025.Empery Digital (4.019 BTC)
Saham EV maker Volcon yang bertransformasi menjadi Empery DIgital pada Juli lalu sempat melonjak ke US$ 21, namun kini kembali stagnan di kisaran US$ 6,99, tak jauh dari harga sebelum pengumuman.Sequans Communications (3.170 BTC)
Saham SQNS sempat melesat dari US$ 1,45 ke US$ 5,39 usai membeli Bitcoin pada Juli, namun cepat melemah. Saat ini, harga turun ke US$ 0,91 setelah rencana right issue senilai US$ 200 juta diumumkan.Vanadi Coffee (100 BTC)
Saham perusahaan kafe asal Spanyol yang tengah tertekan finansial ini sempat melonjak lebih dari 300% pada Juni setelah masuk Bitcoin, namun kini kembali ke € 0,35, jauh dari puncak € 1,09.
Ming Shing Group (833 BTC)
Saham perusahaan konstruksi asal Hong Kong ini sempat mencapai US$ 8,50 setelah strategi Bitcoin, namun kini terpuruk di US$ 1,85 meski mengumumkan akuisisi tambahan 4.250 BTC.
K Wave Media (88 BTC)
Perusahaan hiburan asal Korea Selatan yang baru dibentuk lewat SPAC merger terus mengalami pelemahan saham. Setelah akuisisi Bitcoin pada Juli, harga kini hanya US$ 1,85, turun dari level awal pasca pengumuman.
Baca Juga
Adu Strategi Kripto: Peter Thiel “Diversifikasi”, Michael Saylor “All-In” Bitcoin
Meski mayoritas perusahaan gagal menjaga reli saham, ada pula kisah sukses. Nakamoto Holdings (5.765 BTC), hasil merger KindlyMD dengan Nakamoto, kini masuk 20 besar pemegang Bitcoin korporasi global dan melampaui performa Metaplanet. Sementara itu, Convano, perusahaan waralaba salon kuku asal Jepang, juga menjadi kejutan dengan performa saham yang menyalip Nakamoto dan Metaplanet, meski hanya memegang 365 BTC.

