Kinerja Keuangan Bumi Minerals (BRMS) Diprediksi Luar Biasa, Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, Investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksikan membukukan kinerja luar biasa pada paruh kedua tahun 2023, seiring dengan tambahan produksi emas dari pabrik pengolahan emas kedua.
“Dengan dimasukkannya tambang emas Kerta dalam perhitungan valuasi, kami memutuskan untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengant arget harga berbasis SOTP baru sebesar Rp 250 atau direvisi naik dari target semula Rp 200 per saham,” tulis analis Samuel Sekuritas Haikal Putra Samsu dan Juan Harap dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
RHB Sekuritas: IHSG bisa Rebound, Cermati PWON, TINS, KIJA, dan WIRG
Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 21 juta tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu US$ 14 juta. Begitu juga dengan pendapatan diprediksi meningkat menjadi US$ 55 juta, dibandingkan pencapaian tahun lalu hanya US$ 12 juta.
Terkait potensi kinerja keuangan perseroan pada paruh II-2023, Samuel Sekuritas menyebutkan, didukung tambahan produksi emas dari pabrik pengolahan emas kedua. Tambahan pabrik ini akan membuat proses bijih emas naik menjadi 2.400 ton bijih per hari sejak dioperasikan, dibandingkan semester I-2023 hanya 1.000 ton per hari.
Peluang lonjakan, terang dia, juga datang dari sikap optimistis manajemen BRMS bahwa tingkat utilisasi pabrik kedua akan dinaikkan dengan target pemrosesan bijih emas menjadi 4.000 ton per hari mulai September 2023. Hal ini membuat target harga saham BRMS kian menggiurkan.
Baca Juga
Bumi Minerals (BRMS) juga didukung proyeksi volume produksi emas melebihi 40 ribuoz pada 2023 dan ditargetkan melesat menjadi 70 ribu oz pada 2024. Penambahan tahun depan tersebut akan didukung penambahan kapasitas produksi dari pabrik ketiga di Palu dan pabrik keempat di Gorontalo.
“Kedua pabrik tersebut diperkirakan memulai aktivitas produksi masing-masing pada kuartal I dan kuartal II-2024,” terangnya.
Lompatan volume produksi dan penjualan emas tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BRMS dengan target harga direvisi naik dari Rp 200 menjadi Rp 250. Target tersebut juga mempertimbangkan mulai dimasukkannya tambang Kerta dalam perhitungan setelah dituntaskan akuisisi 80% saham pada 2022. Tambang Kerta memiliki cadangan mineral sebanyak 18 juta ton dan sumber daya mineral sebesar 75 juta ton, dengan rata-rata kadar emas sebesar 1,07 gram/t.
Kemarin, Direktur Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat mengatakan, Bumi Minerals menargetkan kenaikan produksi emas tiga kali lipat menjadi 427 kg pada 2023 dibandingkan pencapaian tahun 2022 sebanyak 174 kg. Target itu ditopang oleh kenaikan kapasitas produksi sejumlah pabrik perseroan.
Baca Juga
Direktur Bumi Resources Minerals Herwin Hidayat mengatakan, pertumbuhan ini akan didukung peningkatan utilisasi pabrik perseroan, sehingga siap ditingkatkan untuk mengejar target produksi emas 427 kg tahun ini. Saat ini, pabrik kedua yang belum mencapai kapasitas maksimal 4000 ton bijih per hari. “Kami targetkan akan full kapasitasnya pada September depan,” jelasnya dalam paparan publik, Kamis (24/8/2023).
Sedangkan produksi emas perseroan hingga semester I-2023 telah mencapai 236 kg atau setara dengan 7.600oz. Angka itu sudah melampaui produksi sepanjang 2022 sebanyak 174 kg atau 5.400oz. “Jadi kami proyeksikan pada akhir tahun 2023 sama dengan dua kali pencapaian semester pertama,” ujar dia.

