Laba Bersih Sinar Terang Mandiri (MINE) Semester I-2025 Turun 19,61%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Laba komprehensif periode berjalan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) turun 19,61% (yoy) pada semester I-2025 menjadi Rp 116,99 miliar. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pendapatan yang naik 12,46% (yoy) menjadi Rp 1,15 triliun pada perbandingan periode yang sama.
“Kami menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisi Sinar Terang Mandiri sebagai mitra strategis di sektor jasa penunjang pertambangan, sekaligus menegaskan kepercayaan yang terus diberikan kepada kami,” terang Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry secara tertulis, Senin (1/9/2025).
Dia mengatakan, pertumbuhan pemasukan itu sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional perusahaan di sejumlah proyek, serta kontribusi dari kontrak-kontrak baru yang berhasil diraih pada awal tahun ini.
Baca Juga
Meski Laba Melesat, Sinar Terang (MINE) Pilih Tak Bagikan Dividen, Ini Alasannya
Ivo mengeklaim, perusahaan terus menjaga fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika industri jasa pertambangan. Menurutnya, realisasi kinerja semester pertama menjadi landasan penting bagi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan usaha. Sekaligus memastikan kontribusi positif terhadap pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
“Strategi ekspansi dan peningkatan kapabilitas operasional diharapkan dapat terus menopang pertumbuhan bisnis,” sambung Ivo.
Pertumbuhan pendapatan semester I-2025 turut ditopang oleh perolehan dua kontrak baru yang bernilai strategis bagi perusahaan. Kontrak pertama bersama PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencakup pengelolaan jasa penunjang pertambangan dan jasa pengangkutan material (hauling).
Sedangkan kontrak kedua adalah Proyek Sampala bersama PT Erabaru Timur Lestari untuk pembangunan jalan hauling sepanjang 8 KM. Kedua kontrak ini semakin memperluas portofolio bisnis dan mempertegas posisi perseroan sebagai mitra terpercaya di industri jasa penunjang pertambangan.
Baca Juga
PPRO Hidupkan Surabaya Timur dengan East Market di Grand Dharmahusada Lagoon
“Kontrak-kontrak baru ini menjadi bukti nyata pengakuan pasar atas kapabilitas perusahaan. Kami optimistis keberadaan proyek berskala besar ini akan memperkuat portofolio dan membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar bagi perseroan di masa depan,” ucap Ivo.
Ekspansi usaha tersebut sekaligus menjelaskan adanya peningkatan investasi Sinar Terang Mandiri pada semester I-2025, berupa penambahan alat berat, infrastruktur pendukung, serta tenaga kerja baru. Sejalan dengan langkah tersebut, nilai aset perusahaan naik 24,5% menjadi Rp 2 triliun per 30 Juni 2025, dari Rp 1,61 triliun akhir tahun lalu.
Peningkatan skala operasional juga berpengaruh pada struktur biaya. Beban tenaga kerja meningkat 33,09% menjadi Rp 161,64 miliar dari Rp 121,45 miliar pada tahun lalu. Di sisi lain, beban pokok pendapatan perusahaan ikut naik, yakni mencapai Rp 929,59 miliar dari sebelumnya Rp 768,81 miliar.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Pertahankan Kenaikan, Laba Naik Jadi US$ 35 Juta di Semester I-2025
Sementara itu, ekspansi usaha Sinar Terang Mandiri juga tercermin dari beban penyusutan aset tetap yang meningkat menjadi Rp 155,46 miliar, dari Rp 89 miliar pada periode sama tahun lalu. Peningkatan ini terjadi seiring dengan adanya depresiasi alami dari alat berat yang telah digunakan dalam jangka waktu tertentu.
“Kondisi tersebut mencerminkan tingginya tingkat utilisasi aset operasional perusahaan dalam mendukung berbagai proyek, sekaligus menegaskan pengalaman dan kapabilitas kami dalam menjalankan jasa penunjang pertambangan secara konsisten,” menurut Ivo.
Manajemen memandang, kenaikan biaya dari ekspansi bukanlah beban, melainkan sebagai investasi strategis, baik dalam penguatan SDM maupun penambahan alat berat.
Dengan kapasitas yang semakin besar, perusahaan merasa semakin siap mengelola proyek-proyek baru sekaligus meningkatkan produktivitas di masa mendatang.

