IHSG Berpeluang Tutup Gap Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BGTG Layak Dipilih
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/8/2025), berpotensi melemah menuju gap 7.802. Sedangkan saham pilihan hari ini adalah PGAS, SIDO, dan BGTG.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal indeks berpeluang lanjutkan pelemahan menuju area gap 7.802. Pergerakan indeks akan dipengaruhi fokus investor terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed dan berlakuny rebalancing MSCI.
Baca Juga
Meski Target Laba Direvisi Turun, Saham SILO Tetap Direkomendasikan Beli
Pergerakan indeks juga dipengaruhi lompatan bursa saham dunia akhir pekan lalu. Dow Jones melambung 1,89%. Begitu juga dengan indeks S&P500 melesat 1,89% dan indeks Nadaq menguat 1,88%. Kenaikan juga melanda hampir seluruh bursa saham Eropa.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PGAS dengan target harga Rp 1.790-1.860, SIDO dengan target harga Rp 550-560, dan BGTG dengan target harga Rp 111-118. Sebaliknya saham ADRO direkomendasikan jual.
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup melemah sebanyak 39,52 poin (0,50%) menjadi 7.858,85. Sebaliknya pemodal asing jusrtru agresif memborong saham dengan nilai net buy mencapai Rp 2,73 triliun. Penurunan dipicu atas kejatuhan lima saham big cap pekan ini, seperti DSSA melemah 14,88%, DCII turun 5,53%, BBCA terkoreksi sebanyak 2,87%, TPIA melemah 4,62%, dan BREN turun lebih dari 2,57%.
Baca Juga
WTO Menangkan Indonesia dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa, Saatnya Saham CPO?
Penurunan tersebut juga dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor utama indeks pekan inii, seperti sektor infrastruktur turun 1,79%, sektor energi melemah 1,04%. Sebaliknya sektor saham dengan kenaikan paling pesat adalah industry menguat 4,68% dan transportasi naik 3,85%.
Adapun, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy saham mencapai Rp 2,73 triliun. Net buy terbanyak melanda saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 1,06 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 559,88 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 556,37 miliar.

