Meski Normalisasi Harga Batu Bara, RMKE Optimalkan Kinerja hingga Akhir 2023
JAKARTA, investortrust.id - Emiten penyedia jasa logistik batu bara, PT RMK Energy Tbk (RMKE) mencetak pendapatan usaha sebesar Rp 1,8 triliun pada kuartal III-2023. Angka itu turun 3,4% dibanding periode sama tahun 2022 akibat normalisasi harga batu bara. Perseroan akan mengoptimalkan kinerja hingga akhir tahun dengan target pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan RMKE, perseroan meraih pendapatan usaha dari segmen penjualan batu bara sebesar Rp 1,2 triliun, atau turun 19,5% year on year (yoy). Sedangkan pendapatan usaha dari jasa tumbuh 59,1% yoy menjadi Rp 620,5 miliar pada kuartal III-2023.
Direktur Keuangan RMKE Vincent Saputra mengatakan, normalisasi harga yang menyebabkan penurunan signifikan pada segmen penjualan batu bara, tetapi pendapatan usaha dari segmen jasa berhasil mengimbangi penurunan yang disebabkan normalisasi harga tersebut.
Vincent menegaskan, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,2 triliun di akhir tahun dan tantangan bukan di normalisasi harga tetapi menyelesaikan sanksi administratif atas pencemaran lingkungan ke KLHK sehingga operasi perseroan kembali normal.
Baca Juga
Atasi Hambatan Angkut, RMKE Bangun Hauling Road ke Area Tambang PTBA
Sampai September 2023, jumlah bongkaran kereta dan muatan tongkang masing-masing mencapai 9,2 juta MT dan 6,2 juta MT.
“Jika syarat sanksi administrasi itu bisa selesai, batu bara ini bisa keluar, itu akan menjadi pemasukan bagi kami, termasuk batu bara tambang kami sendiri sebesar 150 ribu di pelabuhan, begitu itu terselesaikan harapannya yang Rp 3,2 triliun itu bisa tercapai di tahun ini,” tutur Vincent dalam Public Expose 3Q 2023 Result Announcement PT RMK Energy Tbk via Zoom Meetings, Kamis (2/11/2023).
Selain itu, perseroan menargetkan di tahun 2024 untuk unloading kereta sebesar 12,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 3,6 juta ton. (CR-5)

