Didukung Portofolio Produk Kuat, Saham Tigaraksasa (TGKA) Bisa Menuju Level Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA), salah satu distributor FMCG terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1986, didukung portofolio kuat yang menjadikan saham ini layak untuk direkomendasikan beli dengan target harga Rp 7.400. Prospek cerah TGKA ditopang portofolio produk unggulan, terutama di segmen susu, yang menjadi sumber utama pendapatan.
Analis Samuel Sekuritas Kenzie Keane dan Jonathan Guyadi mengatakan, kuatnya prospek perseroan didukung kemitraan perseroan dengan enam prinsipal utama, yaitu Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutrilon), Wyeth Nutrition Duaenam (S-26), Yupi Indo Jelly Gum, Multi Bintang Indonesia, dan Mars Symbioscience Indonesia, yang menyumbang sekitar 90% dari total pendapatan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat 0,92% Terdorong Saham Emiten Sinarmas Ini
SGM (Danone) sendiri berkontribusi sekitar 80% dari total penjualan produk susu TGKA atau setara 70% dari total pendapatan FMCG. “Hubungan kemitraan yang telah terjalin 15–20 tahun dengan sejumlah prinsipal ini mencerminkan loyalitas bisnis yang kuat dan daya tahan kinerja di berbagai siklus ekonomi,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Dengan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, dia mengatakan, konsumen memilih untuk mengubah pola konsumsi dengan mengutamakan value for money, dibandingkan loyalitas merek dan produk premium. Tren belanja omnichannel juga mendorong kebutuhan distribusi yang menjangkau wilayah rural dan layanan last-mile delivery.
Guna menjawab tantangan ini, TGKA berencana mengakselerasi adopsi AI dan otomasi demi efisiensi operasional, antara lain menurunkan persediaan 20–30% lewat perbaikan proyeksi permintaan, meningkatkan kapasitas gudang 7–15% melalui optimalisasi sumber daya, dan memangkas biaya operasional 15–20% di berbagai fungsi.
Baca Juga
Tiga Faktor Ini Jadi Pendorong IHSG Pekan Ini, Sejumlah Saham Berikut Layak Dilirik
Persreoan juga didukung prospek makroekonomi yang membaik, meredanya tensi perdagangan, serta masuknya prinsipal baru pada kuartal IV-2025, diharapkan membuat pendapatan TGKA meningkat menjadi Rp 13,3 triliun pada 2026, tumbuh 7,8% YoY dari perkiraan 2025 yang tertekan 7,5% menjadi Rp 12,3 triliun.
Margin kotor diperkirakan stabil di kisaran 9–10%, dengan ekspansi margin EBIT sekitar 10–30 bps berkat otomasi. Laba bersih 2026 diprediksi mencapai Rp414,5 miliar, naik 11,9% YoY. TGKA juga didukung dengan neraca yang solid dengan posisi kas 21,9% dari kapitalisasi pasar dan ROE 16,5% (di atas rata-rata sektor 5,4%).
Dengan fundamental yang kuat, portofolio produk mapan, dan potensi pemulihan kinerja, TGKA dipandang sebagai salah satu saham FMCG yang menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.
