Pendapatan AirAsia Indonesia (CMPP) Naik 5%, Rugi Menyempit Jadi Rp 787 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5% menjadi Rp 3,97 triliun pada semester I-2025. Perseroan juga berhasil memangkas rugi bersih menjadi Rp 787,71 miliar, dibandingkan semester I-2024 sebanyak Rp 1,29 triliun.
Direktur Utama AirAsia Indonesia Achmad Sadikin Abdurachman menjelaskan bahwa strategi efisiensi dan peningkatan produktivitas mulai menunjukkan hasil. "Pengendalian biaya yang disiplin dan optimalisasi kapasitas menjadi kunci pemangkasan rugi hingga 39%," ujarnya, Rabu (30/7/2025).
Baca Juga
CEO Danantara Ungkap Alasan Suntik Dana ke Garuda dan Rencana Beli 50 Pesawat Boeing
Mayoritas pendapatan CMPP berasal dari penjualan kursi senilai Rp 3,34 triliun, dan pendapatan tambahan dari layanan bagasi, kargo, hingga penerbangan lainnya sebesar Rp 634 miliar. Sepanjang Januari–Juni 2025, maskapai ini melayani 2,97 juta penumpang dengan kapasitas 3,60 juta kursi dan load factor tinggi mencapai 83%.
AirAsia Indonesia mengoperasikan 19.955 penerbangan, disertai peningkatan Revenue per Available Seat Kilometre (RASK) sebesar 3,7% YoY. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menyesuaikan kapasitas secara strategis di rute-rute internasional dan domestik yang potensial.
Ekspansi jaringan rute internasional juga menjadi pendorong pertumbuhan, termasuk peluncuran rute Bali–Adelaide dan Bali–Darwin pada paruh pertama 2025. Sementara itu, pada kuartal III-2025, CMPP akan membuka rute strategis baru Jakarta–Manado sebagai bagian dari ekspansi domestik.
Baca Juga
Pendapatan dan Laba Mitratel (MTEL) Naik di Semester I-2025, Fokus Fiberisasi dan Inovasi Digital
Saat ini, Indonesia AirAsia (CMPP) mengoperasikan 7 rute domestik dan 26 rute internasional. Perusahaan juga memperkuat layanan Fly-Thru, yang menghubungkan jaringan penerbangan grup AirAsia lintas negara untuk mendukung kemudahan konektivitas wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Manajemen optimistis bahwa tren pemangkasan kerugian dan perluasan jaringan rute akan menjadi fondasi kuat dalam mengarahkan AirAsia Indonesia menuju kinerja keuangan yang semakin sehat, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi nasional.

