Penguatan Berlanjut, Dua Emiten Prajogo Pangestu Ini Masuk Jajaran Top 10 Market Cap di BEI
JAKARTA, Investortrust.id – Berkat lompatan harga saham emiten, dua emiten milik Prajogo Pangestu ini masuk jajaran top 10 nilai kapitalisasi pasar (market cap) besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Senin (18/9/2023).
Berdasarkan data, market cap terbesar dicatatkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) bernilai Rp 229,25 triliun atau menduki peringkat ke-8. Kenaikan market cap tersebut setelah harga saham TPIA lanjutkan kenaikan senilai Rp 80 ( 3,11%) menjadi Rp 2.650.
Baca Juga
Emiten kedua milik Prajogo yang masuk jajaran emiten elit adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) setelah market cap naik menjadi Rp 134,52 triliun menggeser PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di posisi ke-11 senilai Rp 132,38 triliun.
Peningkatan market cap tersebut terjadi setelah saham BRPT lanjutkan penguatan dalam beberapa hari terkahir. Hari ini saja, saham BRPT melesat Rp 15 (1,08%) menjadi Rp 1.435. Bahkan, saham ini sempat menembus harga tertinggi intraday Rp 1.530.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo Pangestu Lagi-lagi Melesat, Nilai Kekayaannya Kembali Bertambah
Sedangkan emiten lain milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan market cap senilai Rp 35,74 triliun. Market cap perusahaan ini telah dari 13 terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan perdagangan saham 18 September 2023.
Berdasarkan data BEI, Prajogo bertindak sebagai pengendali saham TIPI melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguasai sebanyak 34,63% saham TPIA. Prajogo Pangestu juga bertindak sebagai pemegang saham langsung sebanyak 7,78% saham TPIA.
Baca Juga
BPJT Sebut Jangkauan Transportasi Umum Capai 70% di Area Jakarta
Sedangkan pada BRPT, Prajogo Pangestu menggenggam sebanyak 71,179% saham BRPT dan sisanya dikuasai pemegang saham public. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir terlihat aksi beli saham BRPT oleh Prajogo.
Prajogo Pangestu juga tercatat sebagai pengendali dengan kepemilikan 85,064% saham CUAN. Berdasarkan data saham yang listing perdana sejak Maret 2023 ini telah melesat lebih dari Rp 220 menjadi Rp 3.180 atau telah melesat lebih dari 13 terhitung sejak listing perdana 8 Maret hingga penutupan perdagangan saham 18 September 2023.

