Boy Thohir hingga Pandu Sjahrir Optimistis IHSG Tembus 8.000 di HUT RI ke-80, Sejumlah Faktor Ini Penopangnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir mengungkap sikap optimismismenya terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.000 menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
“Insya Allah bisa (IHSG 8.000),” kata Boy kepada wartawan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin, (28/7/2025).
Optimismis tersebut, menurut Boy, tidak lepas dari semangat kebersamaan yang selama ini terus dibangun di kalangan pelaku pasar. Salah satunya didorong dari aksi pembelian kembali (buy back) saham yang dilakukan sejumlah emiten pasca pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump pada awal April, yang turut memberikan kontribusi positif terhadap stabilisasi harga saham.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
“Bagus dong. Itu kan menunjukkan bahwa memang kalau kita sama-sama, inget nggak waktu itu saya di sini mimpin temen-temen supaya kompak untuk dukung pasar modal, buyback. Alhamdulillah hari ini kan semua rebound,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik merespons terkait penguatan indeks yang kembali mencetak rekor hari ini merupakan cerminan dari dinamika alami di pasar modal. Pada penutupan perdagangan BEI, Senin (28/7/2025), IHSG kembali torehkan rekor dalam sembulan bulan terakhir setelah cetak kenaikan 71,27 poin (0,94%) menjadi 7.614,77. Bahkan sepanjang hari laju indeks sempat menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini di posisi 7.669,44.
“Oh iya, kalau indeks kan sama, biasanya mau turun mau naik, yang saya sampaikan adalah itu mekanisme pasar. Kita (BEI) todal menargetkan angka tertentu, biarkan mekanisme pasar bekerja,” ujar Jeffrey kepada investortrust.id di lokasi yang sama.
Danantara
Pandangan Senada diungkapkan Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir. Di mengungkap sikap optimismis terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus level 8.000 dalam waktu dekat di tengah momentum positif pasar.
Baca Juga
IHSG Menuju 7.800? Ini Saham Pilihan di Tengah Optimisme dan Aksi Ambil Untung
Saat ini, menurut dia, pasar saham sedang dalam tren positif didukung banyak berita positif. “Semoga (IHSG) bisa menembus 8.000. 80 tahun Indonesia, bisa 8.000, mantap banget,” ujar Pandu saat ditemui di BEI, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Sebelumnya, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, sebelumnya menyampaikan bahwa tren penurunan suku bunga, baik oleh Bank Indonesia (BI) maupun The Federal Reserve (The Fed), menjadi pemicu utama penguatan pasar. “Bisa (IHSG ke 8.000) kalau terjadi de-eskalasi geopolitik dan perang dagang. Namun, masalahnya masih ada ketidakpastian,” ujar Nafan kepada investortrust.id.
Ia menilai penurunan suku bunga BI sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini telah memperkuat likuiditas domestik. Sementara The Fed juga berpeluang memangkas suku bunga acuan dua kali lagi, yang diproyeksi terjadi pada Oktober dan November 2025. Tren suku bunga rendah akan berlanjut hingga 2026 dan dapat mendorong penurunan biaya pinjaman korporasi. Ini akan menjadi daya dorong tambahan bagi likuiditas pasar saham serta mendorong minat investor.
Baca Juga
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 7,7% Jadi Rp 8.059,79 Triliun per Juni 2025
Meski begitu, Nafan mengingatkan bahwa tekanan dari aksi jual investor asing (net sell) masih menjadi hambatan. Ia menyebut bahwa untuk mencapai level 8.000 secara berkelanjutan, diperlukan aliran dana asing yang kembali masuk secara signifikan. “Selama masih terjadi net sell asing, saya kira untuk ke 8.000 itu harus bertahap,” katanya.
Kunci utama terhadap keberhasilan IHSG menembus 8.000 ada pada data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025. Ia menilai bahwa produk domestik bruto (PDB) pada periode April–Juni 2025 perlu tumbuh di atas ekspektasi. “Kalau kuartal II bisa tumbuh 2,5% QoQ atau lebih, maka bisa menjadi fondasi kuat menuju reli IHSG,” jelasnya.

