Viral "KaburAjaDulu", Pandu Sjahrir Sebut Data Center Bisa "Kembalikan" WNI ke Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - Perwakilan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, pengembangan pusat data (data center) di Indonesia berpotensi menarik kembali warga negara indonesia (WNI) ke Tanah Air.
Hal ini diungkapkan Pandu menanggapi viralnya tagar ''KaburAjaDulu'' di media sosial X. "Isu data center atau infrastruktur digital ini adalah salah satu alasan untuk menarik orang Indonesia balik ke Indonesia, kan lagi tren kan, #KaburAjaDulu ya kan,'' kata Pandu dalam acara "Denton HPRP Seminar Outlook 2025" di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Pandu menekankan, pengembangan data center berpotensi menciptakan lapangan kerja di Tanah Air bagi para diaspora Indonesia yang saat ini tengah berkiprah di mancanegara. "Inilah dia, jika ingin diaspora Indonesia kembali, harus mengembangkan kesempatan lapangan kerja yang tepat, seperti data center ini,'' jelas dia.
Baca Juga
Viral Tagar Kabur Aja Dulu, Menteri P2MI: Silakan Kabur, Asal...
Sebelumnya diberitakan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding merepons tagar #KaburAjaDulu yang belakangan viral di X. Ia menyebut, tagar tersebut sebagai koreksi generasi muda Indonesia terhadap kinerja pemerintah, khususnya Kabinet Merah Putih era Presiden Prabowo Subianto.
Ia pun menyebut, seruan tersebut akan mendorong pemerintah memperbaiki kinerja dan meningkatkan kembali sektor-sektor elementer, seperti pendidikan nasionalisme.
"Kelihatannya hashtag #KaburAjaDulu’ ini sepele, tetapi sesungguhnya itu mendasar. Kenapa? Karena ini berarti kita tidak terlalu berhasil mendidik nasionalisme, cinta kepada tanah air itu harus ada yang kita perbaiki ke depan, sistem pendidikan kita dan sistem doktrin ideologi kita," ungkap dia di kantor Kementerian P2MI/BP2MI seusai menerima audiensi Kadin Indonesia, Senin (17/2/2025) lalu.
Baca Juga
Ini Kata Wakil Kepala Danantara Soal Isu Pandu Sjahrir dan Rosan Roeslani Jadi Ketua
Alumnus Universitas Diponegoro (Undip) itu memandang, di satu sisi gerakan "kabur aja dulu" belum tentu menjadi solusi. Ia berujar, persaingan tenaga kerja di luar negeri tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih jika calon tenaga kerja asal Indonesia tidak memiliki skill atau kompetensi relevan dengan industri di luar negeri. "Oleh karena itu, Kementerian P2MI mendorong, Anda boleh kabur, tetapi ayo kita siapkan dahulu, kita latih dahulu, baru berangkat," ujarnya.
Namun, ia mengkhawatirkan gerakan "kabur aja dulu" di satu sisi bakal merugikan Indonesia secara perekonomian. Semakin banyaknya penduduk usia produktif yang bekerja di luar negeri tanpa koordinasi pemerintah, secara tidak langsung hanya menggenjot perekonomian negara tujuan. Aktivitas konsumtif bakal membuat perputaran uang beredar di negara tersebut.
Belakangan ini tagar #KaburAjaDulu viral diperbincangkan di sosial media, khususnya X. Tren ini menjadi ungkapan ekspresi kelompok muda terhadap kondisi sosial, ekonomi dan politik di Indonesia.

