Danantara-INA Guyur Investasi ke Chandra Asri (TPIA), Pandu Sjahrir Beberkan Progresnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan perkembangan terbaru terkait rencana penyertaan investasi ke proyek pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Investasi ini merupakan bagian dari kerja sama strategis bersama Indonesia Investment Authority (INA) yang sebelumnya telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU).
“Nanti akan kami update jika ada informasi baru, karena (melibatkan) beberapa perusahaan, termasuk Chandra Asri yang perusahaan publik (terbuka). Kita harus ikuti peraturan bursa,” kata Pandu kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, (28/7/2025).
Berikutnya terkait struktur pengendalian, akan disampaikan setelah seluruh proses finalisasi rampung.
“Jadi nggak mungkin disini kita informasikan, kalau sudah selesai, nanti kita infokan,” ujarnya.
Baca Juga
Sebagai informasi, Danantara dan INA berencana mengucurkan investasi bersama senilai US$ 800 juta atau sekitar Rp 13 triliun. Dana ini akan difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, khususnya untuk produk soda kaustik dan Ethylene Dichloride yakni dua bahan baku penting dalam berbagai industri hilir.
Pandu menekankan kemitraan ini sejalan dengan arah strategis pembangunan nasional. Di mana idustrialisasi hilir adalah kunci transformasi ekonomi Indonesia. Langkah ini tak semata sebuah alokasi investasi, tapi juga sebagai upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Ia juga menyoroti pentingnya sektor kimia dalam menunjang berbagai rantai pasok industri, mulai dari manufaktur hingga transisi energi. Khususnya dalam pemrosesan nikel dan pemurnian alumina, sektor kimia punya peran vital. Investasi ini akan memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan penting seperti soda kaustik dan Ethylene Dichloride.

